Simbolissi penyaluran bantuan
Simbolisasi penyaluran sembako dan alat pelindung diri dari pelindung “Indonesia Peduli dan Bersatu” kepada orang yang membutuhkan (PEN@ Katolik/zems)

Saat ini adalah momentum di mana seluruh dunia kompak dan bersatu. Covid-19 sejatinya telah mengetuk hati dan pikiran umat manusia bahwa kita semua sama. Virus ini tidak mengenal ras, suku, agama, kelas ekonomi atau golongan sosial. Ini adalah pandemi, di mana semua negara akan kena. Di saat seperti ini, penting untuk berbuat dan membantu penanganan Covid-19. Cara paling mudah adalah dengan mengikuti anjuran pemerintah serta berdonasi.

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengatakan hal itu dalam Konferensi Pers di Keuskupan Agung Pontianak, 30 Maret 2020, yang dihadiri sejumlah panitia “Indonesia Peduli dan Bersatu”. Dalam acara itu, Mgr Agus sebagai pelindung secara simbolis menyalurkan sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada orang yang membutuhkan.

“Indonesia Peduli dan Bersatu” terdiri dari Keuskupan Agung Pontianak, Gerakan Pemuda Anshor, Yayasan PenaMas Mulia, dan Yayasan Landak Bersatu milik keuskupan yang kini menjalankan STKIP Pamane Talino di Landak, Kalimantan Barat. Panitia itu berprakarsa menggalang dana dan menyalurkan langsung kepada masyarakat yang rentan akibat wabah Covid-19 di Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan Kalbar.

Kesempatan ini, menurut Mgr Agus, adalah saatnya Gereja Katolik berkolaborasi melakukan tindakan kemanusiaan untuk banyak orang. “Virus yang menyebar ini bukan hanya untuk orang Kalimantan Barat, tapi juga menyangkut banyak orang yang tidak mengenal siapa dan dari mana,” jelas uskup.

“Ini bukan masalah Indonesia saja, tetapi sudah berbicara masalah dunia. Seluruh dunia terkena dampaknya. Pekerja harian, misalnya, jika tiba-tiba tidak ada penghasilan, dia mau makan apa? Maka, dengan program ini, kita bukan hanya bicara agama, tapi ini sudah tentang kemanusiaan, sejalan dengan yang dilakukan pemerintah,” tegas Mgr Agus.

Pemerintah, lanjut Mgr Agus, pasti punya keterbatasan maka kini perlu kepedulian dan kekompakan. “Kalau menyumbang sendiri-sendiri, tentu jumlahnya kecil. Tetapi kalau dikumpulkan dan dikoordinir tentu akan banyak dan tepat sasaran. Berapa pun bantuan kita akan sangat berarti,” kata Mgr Agus yang mengaku dalam tiga hari sudah terkumpul sekitar 550 juta rupiah. Mgr Agus akan mengkoordinasi agar sebagian kolekte paroki di keuskupannya didonasikan lewat “Indonesia Peduli dan Bersatu.”

Jadi, lanjut uskup, “kami membuka pengumpulan donasi, yang akan dibelanjakan dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan terdampak, seperti tukang ojek, buruh harian, pekerja lepas, karyawan kafe dan warung kopi, serta mereka yang terkena PHK akibat dampak Covid-19.”

Menurut uskup, penyaluran akan dilakukan oleh GP Anshor dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak. Dan, Ketua PW GP Anshor Kalbar Ajun Rajuini mengatakan akan segera melakukan pendataan untuk mencari sasaran bantuan.

“Kita siapkan per titik. Nanti teknisnya bisa warga yang ambil sendiri atau kita yang terjun ke rumah-rumah. Karena kita juga tidak bisa ramai-ramai turun, karena tidak boleh,” jelas Rajuini yang menyadari inilah kesempatan menolong yang mungkin tidak terjangkau dalam sumbangan. “Kami yakin, ini bukan hanya proyek kemanusiaan, tetapi salah satu jalan untuk saling kerjasama antaragama maupun dengan pemerintah.”

Pendataan, menurut Emiliana yang bertugas dalam penggalangan dana, menjadi penting, “karena sebagian masyarakat akan dan telah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan lembaga lain.” Saat ini, jelasnya, pihaknya memfokuskan diri pada masyarakat yang belum terdata. “Kami akan memaksimalkan jaringan masjid dan gereja untuk mencari tahu siapa saja yang layak menerima donasi ini,” jelasnya.

Alamat Sekretariat adalah Pimpinan Pusat GP ANSOR, Jl. Kramat Raya No. 65A, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Telepon: (021) 3162929 Fax: (021) 3162929, dan “Surat Kesediaan Menjadi Donatur” bisa menghubungi Bank BCA KCP Gajah Mada, Nomor Rekening 512-5500002, Atas nama Keuskupan Agung Pontianak, Contact Person Romo Andreas Kurniawan OP, Telepon 081252338650 (PEN@ Katolik/pcp/aop/semz)

Artikel Terkait:

Indonesia Peduli dan Bersatu lahir hadapi pandemi Covid-19, setiap agama ajarkan berbagi

Tinggalkan Pesan