Home OPINI Mgr John Philip Saklil: Bapak “Tungku Api Kehidupan,” pelopor pemberdayaan masyarakat

Mgr John Philip Saklil: Bapak “Tungku Api Kehidupan,” pelopor pemberdayaan masyarakat

0

Mgr John Philip Saklil Bapak Tungku Api Kehidupan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Frater Vincent Budi*

“Lebih baik tidak punya uang daripada tidak punya dusun.Gerakan melindungi dan mengelola sumber hak hidup ekonomi masyarakat lokal menjadi gerakan bersama semua pihak yang peduli. Dusun yang dilindungi dan dikelola dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup, bukan sebaliknya uang dari hasil dari penjualan dusun.”

Pernyataan Almarhum Mgr John Philip Saklil yang menjadi Uskup Keuskupan Timika, Papua, sejak 2004 hingga 2019 itu masih kuingat benar, meski hal itu dikatakan dalam arahan umum Rapat Dewan Pimpinan Keuskupan Timika, 13 Februari 2017.

Secara tak terduga, Sabtu, 3 Agustus 2019, Mgr John Philip Saklil dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Charitas,  Timika. Seluruh umat di Tanah Papua dan Indonesia sedih, berduka dan terkejut dengan berita kedukaan itu. Fisik Mgr John yang tinggi besar, hitam, dan kuat luar biasa itu membungkus jiwa yang murah hati, penuh humor, kebapakan, dan seringkali tegas. Mgr John bukan saja figur yang penuh wibawa tetapi juga bapak yang mudah disapa, didekati, dan dimintai kasih. Masyarakat Suku Mee menamai beliau dengan nama adat “Gaiyabi” yang dapat diartikan sebagai konseptor, pembebas, penyelamat, pemersatu, perencana, pelindung, motivator, dan fasilator.

Mgr John lahir 20 Maret 1960 di Umar, Kabupaten Mimika. Bapak dari anak keempat dari sepuluh bersaudara itu adalah guru, perintis misi Katolik, yang dikirim oleh Misi Katolik Langgur ke Papua untuk mengajar anak-anak Papua sambil mewartakan Injil kepada masyarakat Papua. Mgr John yang menyelesaikan S-1 dan Pascasarjana Filsafat Teologi di STFT Fajar Timur, Abepura, adalah alumni kedua Fajar Timur yang terpilih menjadi Uskup setelah Mgr Aloysius Murwito OFM. Beliau ditahbiskan diakon di Gereja Tiga Raja, Timika, 17 April 1988, dan ditahbiskan imam di Gereja Kristus Terang Dunia, Yiwika, oleh Mgr Herman Muninghoff OFM. Sebelum ditunjuk Vatikan menjadi Uskup pertama Timika, beliau adalah Vikaris Episkopal atau Wakil Uskup wilayah bagian barat Keuskupan Jayapura.

Tahta Suci secara resmi melalui Paus Yohanes Paulus II mengumumkan berdirinya Keuskupan Timika (sebelumnya Kevikepan Wilayah Barat dari Keuskupan Jayapura)  19 Desember 2003. Dalam usia 43, Mgr John ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Timika dengan moto tahbisan “Parate Viam Domine” (siapkan jalan Tuhan), 18 April 2004, oleh Mgr Leo Laba Ladjar OFM.

Wilayah kegembalaan Keuskupan Timika dibagi menjadi enam dekenat, Dekenat Moni (Puncak), Mimika (Agimuga), Paniai, Kammu (Mappi), Tigi, dan Teluk Cenderawasih, dengan 37 paroki serta beberapa kuasi paroki. Pada awalnya berdirinya, Keuskupan Mimika memiliki enam imam diosesan, dan sekarang, tahun 2019, keuskupan itu memiliki 28 imam diosesan, beberapa di antaranya merupakan inkardinasi dari keuskupan lain.

Tungku Api Kehidupan

Sebelum menjadi ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr John menjabat ketua Komisi Kepemudaan KWI (2009-2015), saat beliau membuat terobosan-terobosan yang menggerakkan orang muda melalui kegiatan Indonesian Youth Day, Papua Youth Day, Teluk Cenderawasih Youth Day, bahkan Asian Youth Day.

Saat mendampingi kaum muda sebagai tulang punggung Gereja masa depan, beliau juga terlibat aktif dalam kegiatan World Youth Day, Indonesian Youth Day, dan Papua Youth Day. Sesudah menjalani tugas di komisi kepemudaan, Mgr John mendapat kepercayaan untuk memimpin Komisi PSE KWI sejak 2015 yang sebenarnya berlaku sampai 2021.

Masalah-masalah sosial dan ekonomi menjadi masalah utama manusia yang sering kali dibiaskan dengan masalah yang tak terlalu penting seperti politik, yang maknanya sudah disempitkan menjadi sekedar perebutan dan pertarungan kekuasaan demi mendapatkan keuntungan. Menurut keterangan Pastor Biru Kira Pr yang saya baca di WA Grup Keuskupan Timika, sesuai kesaksian para uskup lainnya dalam berbagai kesempatan rapat di KWI, beliau bisa berdiri dan vokal menyuarakan apa yang menjadi keprihatinan dan pemikirannya, khususnya di Tanah Papua. Mgr John membuat kesimpulan bahwa yang dibutuhkan dan diperlukan masyarakat asli di Tanah Papua adalah “Gerakan Tungku Api Kehidupan,” gerakan yang bertumpu pada usaha perlindungan dan pengelolaan sumber hidup masyarakat asli yakni hutan, tanah, air, budaya, dan kekayaan alam lainnya.

Istilah “tungku api” digunakan sebagai simbol kesejahteraan hidup keluarga dan masyarakat adat Papua. Tungku api adalah bagian penting dalam rumah dan berada di ruang dapur dan ruang tamu. Api, yang dihasilkan dari pembakaran beberapa potong kayu di atas tungku, digunakan untuk pelbagai kepentingan antara lain memasak makanan. Rumah berasap menandakan tungku api menyala. Mgr John gunakan istilah tungku api sebagai simbol perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam yang menjamin kebutuhan dan kesejahteraan hidup masyarakat adat. Alam menyediakan hutan, tanah, sungai, rawa, dan laut serta segala isinya yang dapat diolah dan disajikan untuk kesejahteraan hidup manusia.

Mgr John mengatakan, tungku api sangat penting untuk pengelolaan hasil alam untuk kebutuhan hidup manusia setiap hari. “Tungku api menyala kalau kekayaan sumber alam dijaga, dirawat, dan diolah dengan layak dan bermartabat untuk kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia.”

Menurut Mgr John, pengertian tungku api juga bagi dusun, karena dusun sebagai tempat mengelola hasil yang diperoleh dari tanah, hutan, sungai, rawa, laut, yang menjadi milik masyarakat adat pemilik dusun. Tungku api tetap menyala sejauh dusun dijaga dan digunakan sebagai sumber kesejahteraan hidup masyarakat adat. Kekayaan alam di dusun bukan hanya menjamin kehidupan manusia tetapi juga memberi kehidupan bagi segala jenis makhluk hidup di darat, laut, dan udara.

Mgr John melihat, perubahan zaman mengakibatkan sumber kehidupan yang berasal dari kekayaan alam di dusun terancam hilang. Di perkotaan, khususnya di pusat-pusat perkotaan kabupaten, tanah dan dusun masyarakat adat nyaris terjual habis untuk kepentingan pembangunan dan kebutuhan pertambahan penduduk dari luar yang meningkat drastis. Di luar perkotaan, pemerintah mengizinkan investasi oleh pengusaha luar secara besar-besaran untuk logging, perkebunan, persawahan, penebangan pohon serta tambang seperti yang terjadi di Kabupaten Mimika (PT Freeport), Nabire (tambang emas ilegal), Kerom (pembalakan kayu), dan Timika.

Masyarakat adat (dusun) semakin kehilangan dusun sebagai sumber ekonomi dan kelestarian ekosistem alam. Penerbangan dan penggusuran hutan untuk pelbagai kepentingan hidup dan pembangunan suatu daerah turut mengorbankan kehidupan masyarakat adat yang masih menggantungkan hidupnya pada kekayaan alam di sekitarnya. Menurut Mgr John, di tengah perubahan arus tersebut, masyarakat dusun (adat) belum mampu menjamin dirinya untuk hidup dengan cara baru. Kompensasi penyerahan dan penjualan dusun belum menjamin cara hidup baru selain ketergantungan hidup masyarakat pada sumber kekayaan alam yang tersedia.

Mgr John juga sangat prihatin dengan berbagai krisis pangan dan ekologi saat ini yang tampak dalam perubahan iklim, rendahnya produksi bahan pangan, kerusakan sumber pangan, hilangnya sumber hayati, habisnya sumber daya alam, munculnya penyakit dan gizi buruk, rentannya lingkungan dan meningkatnya jurang antara kaya dan si miskin dalam kehidupan masyarakat adat. Selain itu, sumber daya alam di dusun terancam menipis, karena lahan atau tanah nyaris terjual habis untuk kepentingan pembangunan dan kebutuhan penduduk dari luar (urbanisasi) yang terus meningkat drastis. Gerakan Tungku Api  adalah gerakan yang bertumpu pada usaha perlindungan dan pengelolaan sumber hak hidup masyarakat asli (hutan, tanah, air, budaya, dan kekayaan alam).

Dalam gagasan Gerakan Tungku Api ini, Mgr John selalu berpesan kepada seluruh umat di Keuskupan Timika, khususnya masyarakat asli yang masih punya tanah atau dusun, dan masyarakat asli lain baik di Papua atau tempat lain, “Jangan hidup dari hasil jual tanah dan dusun tetapi hidup dari hasil olah tanah dan dusun.” Pesan khusus Mgr John ini merupakan tanda keberpihakan Gereja dan rasa solidaritas Gereja kepada masyarakat asli yang semakin termarginisasi (tersingkirkan) dengan berbagai arus perkembangan globalisasi dan modernisasi di Tanah Papua seperti urbanisasi, transmigrasi dan kapitalisasi industri.

Melalui arahan dan pemikiran Mgr John, Keuskupan Timika meluncurkan program pengembangan sosial ekonomi yang disebut “Gerakan Tungku Api Kehidupan,” yang awalnya dijalankan oleh Keuskupan Agats dan Keuskupan Timika, dan kemudian menjadi gerakan bersama di Indonesia. Komisi PSE Regio Papua menjadikannya sebagai  tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2017, dan kemudian sebagai Ketua Komisi PSE KWI Mgr John memperkenalkan gerakan itu dengan nama “Melindungi dan Mengelola Sumber Hak Hidup Ekonomi Masyarakat Lokal” sebagai arah dasar gerakan kerasulan PSE KWI yang visioner, profetis, dan profitis.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37, 2017, di Timika, Mgr John menghimbau agar masyarakat mencintai pangan lokal dan membuka  bazar 1001 aneka olahan makanan lokal berupa sagu, keladi, petatas, singkong dari tanah Papua sendiri, dan hentikan hidup ketergantungan pada beras  yang notabene produk khas orang lain.

Warisan terbesar Mgr John kepada umat di Keuskupan Timika dan Papua adalah pesan moral keprihatinan untuk tidak menjual tanah atau lahan atau dusun secara sembarangan hanya untuk urusan ekonomi. Lahan atau tanah di dusun perlu dijaga dan dilindung serta diolah dengan baik untuk kehidupan sekarang dan akan datang, sebagai warisan anak cucu. Pesan beliau bukan hanya untuk orang asli Papua, tetapi untuk seluruh masyarakat asli yang mulai terkikis oleh arus pembangunan.***

*Calon imam diosesan Timika, Mahasiswa Pascasarjana STFT Fajar Timur, Jayapura  

Artikel Terkait:

Uskup Timika dan Administrator Apostolik KAME Mgr John Philip Saklil meninggal dunia

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mengapa Struktur Vokal Kakek Zeus Bikin Kagum PendengarTrik Gerakan Memutar Moncong Senjata Wild Bandito Sangat HalusStandar Tata Akustik Ruang Kedap Siaran Studio Live KasinoAlasan Tema Mahjong Ways 1 Menjadi Cetak Biru Game ModernRahasia Sepuhan Warna Mahjong Wins 3 Tampak Begitu MenyalaBukan Sekadar Sosok Bedah Simbol Mahkota Megah Kakek ZeusTrik Manajemen Buffer PG Soft Singkirkan Waktu MenungguMengapa Denting Logam Ubin Mahjong Ways 3 Curi Fokus CepatRahasia Pengaturan Bandwidth Adaptif Server Global PragmaticKarakter Topi Lebar Koboi Wild Bandito Kuatkan Cerita TemaMengapa Lensa Kamera Live Kasino Hasilkan Kedalaman SempurnaAlasan Sudut Pandang Mahjong Wins 1 Bikin Pengguna BetahBukan Efek Instan Sketsa Partikel Badai Halus OlympusTrik Frekuensi Akustik Kakek Zeus Rangsang Saraf PendengaranMengapa Pergeseran Ubin Mahjong Ways 2 Begitu MenyenangkanStandar Kriptografi Sinyal Meja Permainan Live KasinoAlasan Dentuman Dinamis Wild Bandito Ciptakan Sensasi MagisTrik Palet Tradisional Mahjong Wins 2 Berpadu ModernitasMengapa Visual Kolosal Olympus Sukses Mengunci AntusiasmeRahasia Tata Letak Bersih Mahjong Ways 1 Mudah DipahamiBukan Server Rapuh Fondasi Jaringan Pragmatic Tahan BebanAlasan Kord Audio Kakek Zeus Selalu Bikin Penasaran PikiranTrik Animasi Halus Mahjong Wins 3 Hadirkan Nuansa BerkelasMengapa Tekstur Wajah Karakter Wild Bandito Sangat NyataStandar Reduksi Gema Ruang Khusus Siaran Live KasinoRahasia Pemilihan Warna Kontras Mahjong Ways 2 Sangat PasBukan Sekadar Musik Game Ponsel Bedah Karya Seni PG SoftAlasan Pancaran Cahaya Kakek Zeus Ciptakan Efek DramatisTrik Transparansi Lapisan Visual Mahjong Ways 3 Rapi Sekali
RTP dan Volatilitas Mahjong Ways 2 Sering Dianggap Sama Padahal Memiliki Fungsi yang BerbedaPerubahan Nilai Kemenangan Mahjong Ways 2 Menjadi Menarik Ketika Diamati dalam Rentang Waktu BerbedaPerubahan Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Terlihat Berbeda Ketika Hasil Dicatat dalam Beberapa SesiMahjong Ways 2 dan Cara Pemain Membaca Variasi Hasil Tanpa Terjebak pada Kesimpulan Terburu-BuruPerbedaan Mekanisme Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Struktur PermainannyaMahjong Ways 2 dan Fenomena Momentum Semu yang Muncul dari Urutan Hasil Berturut-turutCatatan Hasil Sederhana Dapat Membantu Melihat Variasi Mahjong Ways 2 Secara Lebih ObjektifVolatilitas Mahjong Ways 2 Memberikan Gambaran Baru Tentang Naik Turunnya Hasil dalam Satu SesiIkon Berulang pada Mahjong Ways 2 Belum Tentu Menandakan Pola yang Bisa DiandalkanMengapa Hasil Mahjong Ways 2 Dapat Terlihat Berbeda dari Satu Sesi ke Sesi BerikutnyaPola Simbol Mahjong Ways 2 Terlihat Menarik, Tetapi Probabilitas Tetap Menjadi Bagian Penting dalam AnalisisMengapa Tampilan Visual Mahjong Ways 2 Berperan dalam Membentuk Persepsi Pengguna Saat Bermain5 Faktor yang Membentuk Pengalaman Bermain Mahjong Ways 2 dari Sudut Pandang StatistikMahjong Ways 2 dalam Kajian Data: Memisahkan Variasi Acak dari Pola yang Terlihat KonsistenPeran Scatter dan Wild pada Mahjong Ways 2 Dilihat dari Fungsi serta Pengaruhnya terhadap PermainanMahjong Ways 2 di Tengah Perkembangan Game Mobile dengan Mekanisme dan Visual yang Semakin KompleksGranularitas Data Mengubah Cara Hasil Mahjong Ways 2 Dibaca dan Dibandingkan Antar SesiCara Memahami Perubahan Hasil Mahjong Ways 2 Tanpa Menganggap Setiap Urutan sebagai Sebuah PolaStruktur Pembayaran Mahjong Ways 2 Menawarkan Perspektif Berbeda dalam Memahami Variasi Kemenangan5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membandingkan Hasil Mahjong Ways dengan Mahjong Ways 2Pengaruh Frekuensi Putaran terhadap Cara Pemain Menilai Hasil Mahjong Ways 2Kesalahan Umum Saat Membaca Hasil Mahjong Ways 2 Berdasarkan Beberapa Putaran SajaPerbandingan Pola Simbol Mahjong Ways 2 dan Mahjong Ways Dilihat dari Cara Kemenangan TerbentukBuy Spin pada Mahjong Ways 2 Mengubah Cara Sebagian Pengguna Berinteraksi dengan Fitur PermainanKetika Ikon Muncul Berturut-turut, Mahjong Ways 2 Rentan Membentuk Persepsi Pola yang Belum Tentu AkuratMahjong Ways 2 Bisa Terasa Berbeda pada Setiap Sesi karena Variasi Hasil Tidak Selalu Berjalan SeragamAnalisis Statistik Mahjong Ways 2 Membantu Menempatkan Hasil Permainan dalam Konteks yang Lebih TepatPerbedaan Persepsi Pemain terhadap Mahjong Ways 2 Ketika Hasil Permainan Dicatat Secara BerjenjangTeknologi Real Time dan Perkembangan Infrastruktur Digital di Balik Pengalaman Game Mahjong Ways 25 Elemen Mahjong Ways 2 yang Membentuk Struktur Permainan dari Simbol hingga Fitur BonusPerbedaan Ukuran dan Bentuk Ubin Mahjong Ways 2 Dibandingkan Versi Sebelumnya Menarik untuk DiamatiFitur Permainan Mahjong Ways 2 dan Pengaruhnya terhadap Cara Pengguna Mengambil KeputusanVariasi Kemenangan Mahjong Ways 2 Lebih Mudah Dipahami Ketika Data Tidak Hanya Dilihat dari Satu PutaranPengelolaan Modal Tetap Menjadi Pertimbangan Penting Ketika Membahas Aktivitas Mahjong Ways 2Mengapa Data Jangka Pendek Mahjong Ways 2 Tidak Selalu Cukup untuk Menilai Karakteristik PermainanMahjong Ways 2 dalam Perspektif Probabilitas: Mengapa Hasil Sebelumnya Tidak Menentukan Putaran BerikutnyaEvolusi Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Tema Tradisional Beradaptasi dengan Format Game DigitalPopularitas Mahjong Ways 2 Menunjukkan Perubahan Selera Pengguna terhadap Game Bertema TradisionalMahjong Ways 2 dan Peran Teknologi dalam Menghadirkan Pengalaman Permainan yang Lebih ResponsifDari Visual hingga Mekanisme, Mahjong Ways 2 Menawarkan Banyak Sudut untuk Dikaji dalam Permainan Digital
Pola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotPola AkuratPola Hari IniPola GacorPola Rtp LivePola SlotMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlayRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3PgsoftSlot GacorRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Pragmatic PlaySlot Gacor Hari IniRtp LiveMahjong WaysMahjong Ways 2Mahjong Wins 3Analisa Mikrostruktur Mengurai Perubahan Kecil dalam Rangkaian AktivitasDiferensiasi Cahaya Starlight Princess 1000 Memisahkan Kedalaman Setiap LapisanDimensionalitas Ruang Gates of Olympus Terbentuk melalui Susunan BertingkatEfisiensi Backend Kasino Online Dievaluasi melalui Parameter Utilisasi SistemEksplorasi Parametrik Menguji Perubahan Respons melalui Rentang Nilai BerlainanEvaluasi Heuristik Membandingkan Strategi Pemrosesan dalam Skenario Interaktif KompleksFluktuasi Mahjong Wins 3 Mengubah Profil Komposisi Antarperiode ObservasiGame Digital Mengatur Pemrosesan Event melalui Urutan Pemicu SistemGame Online Mengatur Sinkronisasi State melalui Infrastruktur Server TerdistribusiGates of Olympus Menampilkan Struktur Perspektif melalui Kedalaman SpasialHierarki Luminansi Starlight Princess 1000 Menentukan Fokus Elemen GrafisInstrumentalitas Pragmatic Play Memperjelas Pengukuran Performa Sistem BerlapisInterpretasi Dinamis Menyesuaikan Pembacaan Data terhadap Pergeseran Kondisi SistemInterval Repetisi Scatter Hitam Menggambarkan Variasi Antarkelompok PengamatanKasino Digital Mengembangkan Federasi Infrastruktur untuk Menghubungkan Komponen IndependenKasino Online Menggunakan Komputasi Elastis untuk Menangani Variasi TrafikKecerdasan Kontekstual Menyesuaikan Interpretasi berdasarkan Karakter Aktivitas BerubahKontinuitas Kanal Live Casino Menjaga Aliran Informasi selama TransmisiKronografi Digital Mahjong Kasino Online Memetakan Urutan Kejadian SistemKuartil Mahjong Wins 2 Membagi Distribusi Kemunculan secara Proporsional
Exit mobile version