Misa Penutupan Retret Nasional Persaudaraan Dominikan Awam disertai penerimaan dan pengucapan janji serta Janji Kekal (PEN@ Katolik/pcp)
Misa Penutupan Retret Nasional Persaudaraan Dominikan Awam disertai penerimaan dan pengucapan janji serta Janji Kekal (PEN@ Katolik/pcp)

“Salam Veritas, semangat perubahan, semua untuk Tuhan.” Terdengar bergantian seruan itu di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM), Jawa Tengah, dipekikkan oleh Dominikan Awam dari Pontianak, Jakarta, Surabaya, Cimahi, Cirebon dan Purwokerto, menjawab “Salam Veritas” dari Superior Jenderal Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Elisabeth Budiarti OP.

Suster itu bahagia mencatat banyak peserta Retret Nasional Dominikan Awam Ketiga itu dengan lantang menyerukan Salam Veritas. “Saya yakin, dari wajah kalian saat menjawab sapaan saya, kalian datang dengan kehendak bebas untuk retret nasional. Tetapi, saya yakin juga kalau peserta di atas 100 maka silensium total menjadi sangat sulit. Maka tak bisa disalahkan bahwa tidak semua diwarnai keheningan, karena ada dorongan dari dalam untuk jumpa persaudaraan,” kata suster itu.

Sebanyak 140 anggota Persaudaraan Dominikan Awam se-Indonesia, ditemani delapan suster OP dan empat imam OP, datang melaksanakan retret bertema “Bersama Santa Maria, Santo Dominikus dan Santa Katarina Siena, Persaudaraan Dominikan Awam Berproses Mencapai Kedewasaan Iman.”

Menurut Data, Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia memiliki 225 anggota yang terdiri dari Pontianak (28), Jakarta (63), Yogyakarta (20), Surabaya (93), Cirebon (16), dan Cimahi (5). Dari jumlah itu yang sudah Profesi Kekal sebanyak 66 orang.

Retret Nasional Dominikan Awam Ketiga, 6-8 September 2019, dilaksanakan para imam dan suster pendamping Persaudaraan Dominikan Awam, dan Persaudaraan Dominikan Awam Yogyakarta jadi tuan rumah. Beberapa calon anggota dari Purwokerto juga hadir.

Dalam retret itu peserta mendengarkan masukan dari dua imam formator asal Filipina yakni “Ekaristi sebagai Model bagi Komunitas’ oleh Pastor Edmund Nantes OP yang kini bertugas sebagai Rektor Seminari Tinggi Antarkeuskupan Antonino Ventimiglia di Pontianak, dan “Dominicans, on the Way to God” oleh Superior Komunitas Para Imam Dominikan di Surabaya Pastor Filemon de la Cruz OP. Pastor Andreas Kurniawan OP dari Pontianak dan Pastor Joseto Bernadas Jr OP dari Surabaya juga hadir dalam retret itu.

Retret nasional kedua berlangsung juga di PPSM, Muntilan, 30 September-2 Oktober 2016 dengan 120 peserta untuk “Mengenal Santo Dominikus Lebih Dalam,” dan retret nasional pertama di Hening Griya, Baturaden, Purwokerto, 13-15 Oktober 2013 dengan 90 orang dengan tema “Dalam Kebersamaan Menemukan Jati Diri sebagai Dominikan Awam.”

Selain Misa, doa, pengakuan dosa, dan Rosario Biblis, salah satu acara utama dalam retret 2019 itu adalah Pemilihan Pengurus Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia (2019-2022) serta penerimaan dan pengucapan serta pembaharuan janji beberapa anggota Dominikan Awam Chapter Jakarta dan Yogyakarta serta Regio Cimahi dan Cirebon. Pada hari kedua, peserta menampilkan berbagai tarian dan budaya daerah masing-masing, serta bersama-sama bergembira dalam tarian-tarian tradisional.

Menurut Moderator Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia Pastor Andreas Kurniawan OP, retret adalah waktu istimewa untuk menjawab ajakan Tuhan dengan menyediakan diri mendengarkan Sabda Allah melalui Injil dan belajar dari keteladanan Bunda Maria dan para kudus, khususnya Bapa Suci Santo Dominikus dan Santa Katarina Siena. Imam itu mengajak peserta untuk bersama-sama berdoa, belajar, saling melayani dalam komunitas dan berbagi, “untuk mencapai imam yang dewasa.”

Promotor Jenderal Persaudaraan Dominikan Awam Pastor Rui Carlos Almeida Lopes OP dari Roma yang menghadiri retret 2016 menulis bahwa dia terkesan dengan jumlah peserta retret yang banyak saat itu. “Retret adalah suasana penting buat Anda sekalian. Retret adalah saat di mana Anda menemukan kembali kehendak serta perutusan-perutusan Allah bagi misi Anda sebagai Dominikan Awam dan komitmen sebagai komunitas, sehingga setelah retret Anda dimampukan menjawab panggilan Kristus sendiri.”

Menurut Pastor Nantes dalam homili Misa Pembukaan, Gereja Katolik di satu sisi adalah Gereja yang sama selama-lamanya, semper idem, seperti yang didirikan Kristus, tetapi “ada bagian yang semper reformanda, selalu berubah, sehingga Gereja masih exist.”

Dalam retret, tegas imam itu, harus ada keterbukaan, harus menunjukan bahwa ada ruang untuk pikiran baru dan keinginan membuat yang indah dan berkata, “Tuhan tunjukkan apa lagi bisa saya lakukan!” Maka, meski Ordo sudah 803 tahun, tetap masih muda, karena ada dinamisme, ada semangat Yesus.

“Kita perlu semangat merubah dunia, semangat perubahan, semua untuk Tuhan. Kalau tujuannya untuk Tuhan, pasti ada keinginan berubah, karena Yesus yang memberi spirit. Kalau tidak ada spirit Yesus, kita jadi loyo. Semoga spirit berubah turun pada semua anggota Dominikan Awam Indonesia,” kata imam itu seraya berharap selama retret semua peserta membuka hati dan pikiran serta merasakan spirit Yesus.

Penyelenggara retret, Suster Dominika OP, menegaskan, retret nasional itu merefleksikan persaudaraan Keluarga Dominikan dan kedewasaan iman. “Kedewasaan iman merupakan tanggapan akan kasih Allah. Artinya, bukan saya yang pertama-tama mencintai Tuhan, tetapi Tuhan yang mencintai saya terlebih dahulu. Untuk menyadari itu maka diperlukan retret,” kata suster.

Suster mengakui, dalam retret ada berbagai reaksi tentang silensium. “Silensium bukan tujuan retret, tapi sarana yang menkondisikan supaya kita memiliki keheningan batin. Maka, silensium diarahkan kepada karitas, kasih. Tujuan silentium adalah kasih. Jangan sampai, demi mempertahankan silensium saya dongkol dengan peserta lain. Jangan sampai demi silensium kita melanggar kasih,” lanjut suster.

Dan, seturut ajakan Suster Elisabeth OP, dengan penuh gerakan menyanyilah Keluarga Dominikan itu, “Memulai dari apa yang ada, berdoa, belajar demokrasi, mari berbela rasa dalam persaudaraan dan kegembiraan, marilah kawan kita laksanakan enam semangat Santo Dominikus, marilah kawan tebarkan cinta kasih, untuk selamatkan jiwa-jiwa.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Dominikan Awam Indonesia hidup dan ingin kembangkan empat pilar Dominikan

Dominikan Awam di Indonesia menyatu dalam satu koordinasi

Dominikan Awam diminta mewartakan dalam persaudaraan di masyarakat dan Gereja

Suasana Misa Pembukaan
Dominikan Awam Chapter Jakarta
Dominikan Awam Chapter Pontianmak
Dominikan Awan Chapter Yogyakarta
Dominikan Awam Regio Cimahi
Dominikan Awam Regio Cirebon
Dominikan Awam Chapter Surabaya
Dominikan Awam Chapter Surabaya
Para imam dan suster OP bersama menghibur peserta retret
Pastor Nantes memberikan presentasi tentang komunitas
Pastor Nantes memberikan presentasi tentang komunitas
Para suster menyanyikan lagu Semangat Santo Dominikus
Foto Bersama beberapa peserta retret dari berbagai chapter dan regio
Foto Bersama beberapa peserta retret dari berbagai chapter dan regio
Pastor Filemon de la Cruz OP berbicara tentang Rosario
Pastor Filemon de la Cruz OP berbicara tentang Rosario

Tinggalkan Pesan