Para uskup Indonesia bergambar dengan latar belakang makam Santo Petrus. (Foto dari Instagram Mgr Paulus Yan Olla MSF)
Para uskup Indonesia bergambar dengan latar belakang makam Santo Petrus. (Foto dari Instagram Mgr Paulus Yan Olla MSF)

Menjelang berakhirnya kunjungan resmi ke Kuria Roma, pada hari Jumat, 14 Juni 2019, sekitar 06.30 waktu Roma, para uskup Indonesia berkumpul di depan Gerbang Sant’Ufficio, Vatikan, untuk bersama-sama merayakan Misa di dalam Katakombe Basilika Santo Petrus.

Misa, yang dimulai pukul 7.15 persis di depan Makam Santo Petrus, kapel terbesar di dalam katakombe itu, adalah bagian kunjungan ad Limina para uskup Indonesia dengan Paus Fransiskus, 11 Juni.

Menurut laporan dari Pastor Markus Solo SVD yang sudah 12 tahun berkarya di Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama di Vatikan, pagi-pagi benar Sekretaris Eksekutif KWI Pastor Sipri Hormat Pr sudah mengirim pesan WhatsApp kepadanya untuk mengingatkan bahwa para uskup akan tepat waktu dan dibutuhkan kehadirannya untuk menghantar mereka masuk dan membantu memperlancar urusan Misa itu.

“Cuaca di Roma indah dan cerah ceria pagi itu. Ketika saya tiba di Gerbang Sant’Ufficio, tempa dua serdadu Swiss selalu berjaga, para uskup yang berdiri dalam pakaian hitam-ungu memberikan senyum segar dan bahagia. Kami merasakan keakraban sesama anak bangsa. Syukur, semua sehat-sehat, walaupun ada yang sudah berumur, dan ada pula yang sedikit mengalami gangguan kaki. Tetapi semua tetap bersemangat. Puji Tuhan,” kata Pastor Markus kepada PEN@ Katolik.

Pastor Markus lalu membawa para uskup “tanpa kontrol sekuriti” menuju gedung Fabbrica San Pietro lalu masuk dari pintu belakang menuju Sakristi Basilika Santo Petrus. “Untuk mereka sudah disiapkan segala sesuatu. Mereka sendiri diperbolehkan menggunakan sebuah sakristi tersendiri dengan segala perlengkapan yang sudah disiapkan,” jelas imam itu.

Ketika sedang mengenakan pakaian liturgi, lanjut imam itu, “tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kehadiran mantan Duta Vatikan untuk Indonesia, Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi, yang saat ini bertugas sebagai Duta Vatikan di Nigeria, Afrika. Mereka saling bersalaman mesra.”

Sebelum para uskup berarak masuk, Pastor Markus memberikan beberapa informasi dan arahan menyangkut “Misa senyap tanpa lagu dan hanya dengan kotbah singkat, karena waktu yang diberikan kepada mereka hanya 45 menit.”

Setelah menunggu hingga para uskup berarak masuk ke dalam katakombe, Pastor Markus bergegas menuju Radio Vatikan, “karena beberapa menit kemudian saya sudah harus memulai perayaan Misa bahasa Latin ‘live’ dari Kapel Radio Vatikan.” (PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Para uskup Indonesia mengadakan kunjungan ad Limina kepada Paus Fransiskus

Kunjungan ad Limina para uskup Indonesia dengan Paus

Ad Limina 20

Tinggalkan Pesan