Peziarah dari Paroki Roh Kudus, Matani, Tomohon. Foto dari umat Paroki Roh Kudus.
Peziarah dari Paroki Roh Kudus, Matani, Tomohon. Foto dari umat Paroki Roh Kudus.

Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan,l 30 Mei 2019, Kota Tomohon dibanjiri peziarah di beberapa tujuan. Selain lima kelompok yang terdiri dari paroki dan kelompok kategorial berziarah ke tempat ziarah tradisional Keuskupan Manado yakni Gua Maria Bunda Hati Kudus Woloan, Tomohon, kelompok paroki lain berziarah ke Gua Maria Bukit Kimentur Seminari Menengah Kakaskasen, Tomohon.

Sementara itu, sekitar 10.000 umat dari tujuh paroki di Kevikepan Tomohon berziarah ke Gua Maria yang baru diberkati bulan April lalu di Paroki Santo Antonius Padua Taratara, sebuah kelurahan di Kota Tomohon. Setiap bulan Maria, kevikepan itu bergantian berziarah ke Gua Maria di gereja-gereja di kevikepan itu.

Para peziarah berjalan di jalan utama sekitar dua kilometer dari ujung kelurahan Taratara hingga gereja. Ada yang membawa gambar-gambar Maria, ada yang mengenakan pakaian Bunda Maria, ada anak-anak dengan pakaian biarawan-biarawati. Mereka berjalan sambil bernyanyi lagu-lagu Maria dan mendoakan Rosario.

Namun, gereja itu tak mampu menampung peziarah yang juga memenuhi aula, pekarangan depan patung, tenda yang disiapkan di halaman gereja, hingga jalan depan gereja. Banyak umat harus mengikuti Misa dari halaman-halaman dan rumah-rumah tetangga gereja.

Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan, yang dimeriahkan oleh Musica Sacra yang berpusat di Kelurahan Walian, Tomohon, dipimpin oleh Vicaris Episcopalis Kevikepan Tomohon Pastor Berti Imbar Pr dengan sembilan imam, termasuk semua kepala paroki sekevikepan, sebagai konselebran.

Pastor Imbar dalam homili mengajak umat sekevikepan untuk menjadi saksi kebangkitan, guna membangun kesatuan umat Kevikepan Tomohon, dengan meneladani Maria Bunda Pemersatu.

Sementara itu, di hari yang sama ribuan umat dari 21 wilayah rohani Paroki Santo Ignatius Manado berziarah ke Seminari Fransiskus Xaverius Kakaskasen Tomohon. Ziarah dimulai dengan doa yang dipimpin kepala paroki Pastor Damianus Yangko Alo Pr dan dilanjutkan dengan perarakan sambil berdoa Rosario dari Biara Karmel menuju Gua Bunda Maria Bukit Kimentur, di bagian belakang seminari itu.

Menurut laporan Komsos Gereja Santo Ignatius, seusai Misa umat paroki itu menyerahkan bantuan uang tunai untuk seminari itu lewat Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Hadi Ignatius Untu Pr, serta sembako berupa beras, minyak kelapa, gula, dan telur.

Pastor Yangko Alo mengatakan ziarah itu berjalan baik dan sukses karena kerja sama antara DPP, DKP dan pengurus wilayah rohani dan umat, “apalagi hampir seluruh wilayah rohani tiap malam mendoakan kegiatan ini dalam doa Rosario.”

Pastor Hadi dalam homili meneruskan pesan Yesus agar kita membawa berita damai di mana pun berada. “Bagikan berita damai, bukan berita hoax atau bohong yang bisa membuat Gereja, paroki atau wilayah rohani atau kelompok-kelompok kategorial menjadi kacau. Jangan menebarkan kebencian, atau berita bohong, tapi mari menaburkan kasih dan damai sejahtera, sebagai warisan dari Tuhan,” ajak imam itu. (PEN@ Katolik/pcp/michael)

Salah satu peserta ziarah membawa 'Maria hidup'
Salah satu peserta ziarah membawa ‘Maria hidup’
Suasana Misa para peziarah di Gua Maria Bukit Kimentur Kakaskasen. Foto dari Komsos Gereja Santo Ignatius
Suasana Misa para peziarah di Gua Maria Bukit Kimentur Kakaskasen. Foto dari Komsos Gereja Santo Ignatius

Tinggalkan Pesan