cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (55)
Katedral di Niamey, Niger

Seorang imam Katolik terluka dalam serangan di parokinya di Keuskupan Niamey di negara Niger, Afrika Barat. Di negara itu umat Katolik semakin terancam. Para misionaris di Niger mengatakan sekelompok orang tak dikenal menyerang Paroki Dolbel 13 Mei 2019. Karena serangan itu Pastor Nicaise Avlouké terluka, demikian laporan Linda Bordoni dari Vatican News.

Paroki di Keuskupan Niamey itu terletak sekitar 200 km dari ibu kota, di daerah Songhay-Serma. Sumber-sumber misionaris mengatakan mereka telah diberitahu tentang kemungkinan serangan terhadap paroki itu, khususnya terhadap para imam Katolik.

Menurut mereka, peristiwa itu membenarkan bahwa situasi keamanan di daerah perbatasan dengan Burkina Faso terus memburuk. Serangan itu terjadi setelah serangan terhadap Gereja Katolik di Burkina Faso yang menewaskan enam orang di hari sebelumnya. “Pasukan keamanan tampaknya tidak siap menghadapi tahap baru terorisme di wilayah Sahel ini,” kata mereka.

Sementara itu, masih belum ada berita tentang Pastor Pier Luigi Maccalli dari Serikat Misi Afrika, yang diculik di Niger, 17 September 2018. Bangsa ini masih terguncang akibat serentetan serangan anti-Kristen di bulan Januari 2015, saat 45 gereja, serta sekolah dan panti asuhan, diserang dan dibakar di Niamey, Zinder dan Goure. Serangan-serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap gambar kartun tentang Muhammad menangis di halaman depan tabloid humor Charlie Hebdo, yang terbit sehari setelah serangan Islam yang menewaskan dua belas orang, termasuk sembilan wartawan di Perancis.

Sebuah proyek Kristen untuk meningkatkan pemahaman dan persaudaraan antaragama, dengan nama “Together with Mary” (Bersama Maria), telah dilaksanakan di wilayah itu. Menurut pertemuan itu, akan ada pertemuan rutin yang memungkinkan umat Kristen dari semua denominasi serta umat Muslim berkumpul dan saling belajar. Dalam pertemuan itu peserta mendengarkan pembicara dari Kristen dan Muslim dengan tema dialog antaragama serta berdoa dan berdiskusi. Namun, kata penyelenggara, masih banyak ketidakpercayaan.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Kesedihan Paus atas serangan terhadap gereja Katolik di Burkina Faso

Paus berdoa untuk para korban serangan pertama terhadap tempat ibadah di Burkina Faso

Tinggalkan Pesan