Mgr-Aloysius-Sudarso-SCJ_01-res
Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ. (Foto kawali.org)

Saya mengajak umat Katolik untuk berani menunjukkan keterlibatan cinta bangsa dengan ikut aktif memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif yang akan menyelamatkan kelestarian NKRI dan menyelamatkan keutuhan ciptaan demi kesejahteraan rakyat.

Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ menulis dalam Surat Gembala Prapaskah 2019 bertema “Mari Kita Selamatkan Keutuhan Ciptaan dan Kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang ditandatanganinya di Palembang, 28 Februari 2019.

Mgr Sudarso meminta umatnya mendukung “calon-calon seiman”, yang ingin berpartisipasi menyejahterakan rakyat dan bangsa, dan tidak golput. “Umat beriman tidak boleh menjadi golput, artinya tidak peduli akan peristiwa sangat penting untuk keselamatan bangsa.”

Golput saat ini, jelas uskup, akan menjadi tanda ketidakpedulian dan kekalahan. “Maka umat Katolik harus memilih presiden dan wakilnya yang jujur, memperjuangkan kesatuan bangsa yang beraneka ragam, menghargai perbedaan agama, suku, budaya, merangkul rakyat yang terpinggirkan karena kemiskinan dan ketidakadilan, dan presiden yang berjuang untuk kesejahteraan umum, bukan mencari kekuasaan kelompok yang mengacaukan kesatuan bangsa,” tulis uskup.

Umat diminta memilih calon legislatif yang membawa suara dan kepentingan bangsa bukan kepentingan pribadi atau kelompoknya saja, “karena pemimpin negara akan menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk kesejahteraan jiwa raga masyarakat plural bangsa Indonesia.”

Uskup mengajak umat berdoa agar mendapatkan pemimpin negara sesuai kehendak Tuhan, seperti diteladankan oleh Yesus dalam hidup-Nya yaitu “pemimpin yang melayani, berani berkorban membela kebenaran, menghargai hidup manusia dan membebaskan dari dosa dan membawa kehidupan baru.”

“Semoga semangat Paskah mendorong bangsa kita dan umat Katolik memilih pemimpin yang akan mempersatukan rakyat, memperjuangkan kelestarian negara, kesatuan kita, dan menjadikan bangsa yang maju serta contoh bagi sesama dalam memperjuangkan perdamaian dunia,” tulis uskup seraya mengajak orang muda, pemilih baru, untuk bersemangat memperjuangkan eksistensi NKRI, “Demi masa depan kalian semua.”

Dalam surat itu, Mgr Sudarso juga mengajak umatnya menyelamatkan keutuhan ciptaan Tuhan, yaitu bumi dengan tetumbuhannya, karena “margasatwa bermacam ragam yang semakin punah, air dan udara bersih yang tercemari, hutan semakin langka sehingga banjir di mana-mana.”

Dan, lanjut uskup, “perkembangan alat modern, yang dengan cepat dapat dipakai untuk membuka hutan, meratakan bukit, mengeruk kekayaan bumi, menjadi perhatian kita. Bumi rumah kita bersama yang akan diwariskan kepada penerus bangsa dan anak cucu, harus kita jaga bersama.”

Berdialog dengan saudara-saudara beriman lain guna mencari jalan untuk menjaga utuhnya ciptaan, juga menjadi ajakan uskup, “karena krisis sudah di ambang batas, panasnya matahari sudah tidak terpayungi oleh lapisan-lapisan yang membantu manusia dan mahluk hidup lain, air yang biasa tersimpan di hutan-hutan lindung sudah tak punya tempat, maka terpaksa membanjiri permukiman dan membawa banyak korban manusia dan mahluk hidup lain.”

Bersyukur atas kemajuan hasil ilmu dan pemikiran baru dari manusia juga perlu. “Semua itu anugerah Tuhan Sang Pencipta untuk keselamatan manusia dan keselamatan ciptaan lain supaya hidup dapat diteruskan. Itulah yang harus mengarahkan kebebasan manusia, agar dengan kemajuan teknologi bukan kehancuran bumi yang terjadi seperti Firdaus yang hilang, melainkan damai karena persaudaraan dalam Sang Pencipta antara manusia, margasatwa, tetumbuhan dan mahluk lainnya,” tulis Mgr Sudarso. (PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Mgr Subianto minta umat bertobat dari tiga kesombongan, sok suci, sok pintar, sok benar

Mgr Rolly ajak umat merenungkan literasi kerasulan sosial ekonomi dalam Prapaskah 2019

Surat Gembala Prapaskah 2019 Uskup Agung Merauke singgung Papua Youth Day

Mgr Rubi minta umat untuk secara positif melihat, menilai dan bersikap terhadap sesama

Surat Gembala Prapaskah 2019 Uskup Agung Jakarta: Kita berhikmat bangsa bermartabat

Tinggalkan Pesan