Mgr Rolly 1
Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC

Memasuki masa Prapaskah, umat diajak merenungkan tema “Literasi kerasulan sosial ekonomi dalam menata persekutuan yang menghidupkan dan yang saling membantu sebagai saudara.” Kesejahteraan ekonomi adalah kerinduan setiap anggota keluarga. Kesejahteraan ekonomi memungkinkan terlaksananya program-program keluarga, yang pada hakekatnya berarti memungkinkan masa depan yang menjanjikan untuk setiap anggota keluarga.

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC menulis hal itu dalam Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado 2019 berjudul “Literasi nilai demi persekutuan yang berdaya guna” yang ditandatanganinya di Manado, 4 Maret 2019.

Menurut Mgr Rolly, masing-masing keluarga perlu ditata dengan bijak sehingga terbangunlah keluarga sejahtera yang saling membantu. “Begitulah juga ekonomi rumah tangga paroki perlu ditata dengan bijak sehingga warga paroki menjadi sejahtera lahir dan batin; itulah persekutuan yang beranggotakan orang beriman yang saling peduli.”

Untuk itu kebutuhan ekonomi perlu dibaca dengan kecerdasan ekonomi sehingga tidak jatuh dalam pemborosan ekonomi, yang hanya akan menyebabkan kemiskinan ekonomi. “Kita perlu membaca tanda-tanda maju mundurnya kondisi ekonomi bersama dengan faktor penyebabnya, dan juga membaca peluang-peluang pengembangan kehidupan ekonomi warga Gereja,” kata uskup.

Masing-masing anggota keluarga, tegas uskup, memiliki panggilan untuk mengusahakan kesejahteraan  ekonomi yang didasarkan pada spiritualitas, altruistis, dan bukan egoistis. “Salah satu wadah yang sudah disiapkan Keuskupan Manado adalah Credit Union (CU). Wujud konkret literasi Kerasulan Sosial Ekonomi tahun ini adalah meningkatnya jumlah peserta CU, artinya semakin banyak umat menjadi anggota CU,” tulis uskup.

Mgr Rolly juga mengajak umat merayakan sukacita iman dalam satu keluarga. Keluarga adalah persatuan iman yang menjalani suka duka hidup dalam kebersamaan. Kebersamaan dalam keluarga ini terus-menerus meluas menjadi keluarga besar Gereja Katolik Keuskupan Manado dan keluarga besar Bangsa Indonesia. Perluasan itu, jelas uskup, terjadi berdasarkan literasi nilai kemanusiaan universal yang dengan bangga diperdengarkan dan diperjuangkan lewat slogan ini, “torang semua basudara.”

Sosialisasi dan internalisasi statuta, arah dasar, rencana strategis dan pedoman-pedoman Keuskupan Manado disinggung “dalam rangka pencerdasan semua warga Gereja Keuskupan Manado.” Uskup berharap umat membaca, merenungkan, memahami, menghayati dan melaksanakan semua dokumen- itu “dengan semangat yang tepat.”

Tentang tahun politik, khususnya Pemilu, Mgr Rolly menegaskan, “Literasi nilai kebangsaan terasa semakin mendesak dan menjadi prioritas dalam setiap kampanye politik. Salah satu prioritas kita sebagai warga negara dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi itu adalah memergunakan hak pilih kita. Maka dari itu, saling mengajaklah untuk datang ke TPS tanggal 17 April 2019. Dengan cara itu kita sudah menjadi partisipan dan kontributor dalam membangun Indonesia yang kita cintai dan banggakan.”(PEN@ Katolik/michael)

Tinggalkan Pesan