Pengungsi di Kecamatan Labuan Banten setelah tsunami di Selat Sunda (ANSA)
Pengungsi di Kecamatan Labuan Banten setelah tsunami di Selat Sunda (ANSA)

Paus Fransiskus mengirimkan sumbangan awal untuk operasi bantuan bagi orang-orang yang dilanda tsunami dahsyat seminggu yang lalu di Indonesia, kata Dikasteri untuk Peningkatan Pengembangan Manusia Integral dari Vatikan dalam penjelasan singkat, 29 Desember 2018. Tsunami yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau menewaskan sedikitnya 426 orang ketika gelombang tinggi menghantam wilayah pantai Selat Sunda, 22 Desember. Menurut data 28 Desember 2018 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lebih dari 351 ribu jiwa terdampak langsung tsunami itu, Provinsi Banten sebanyak 209.628 jiwa dan Provinsi Lampung sebanyak 141.611 jiwa. Diberitakan sebelumnya, hingga H+6 pasca tsunami itu, sebanyak 426 orang meninggal dunia dan 7.202 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 40.386 orang mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Sumbangan Paus yang disalurkan melalui Dikasteri itu “menyertai doa Bapa Suci untuk penduduk Indonesia yang terkasih, dan merupakan bagian dari bantuan yang diaktifkan di seluruh jaringan amal kasih Gereja Katolik.” Jumlah sumbangan itu akan ditentukan dalam beberapa hari mendatang dan dimaksudkan untuk menjadi ungkapan langsung perasaan kedekatan spiritual dan dorongan kebapakan dari pihak Bapa Suci,” lanjutnya. Pihak berwenang memperingatkan penduduk Selat Sunda untuk tinggal satu kilometer dari garis pantai guna menghindari kemungkinan tsunami lainnya.(PEN@ Katolik berdasarkan laporan Robin Gomes dari Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus Fransiskus mengimbau solidaritas bagi para korban tsunami di Indonesia

Kardinal Charles Bo desak solidaritas dan dukungan bagi para korban tsunami Indonesia

Tinggalkan Pesan