image004-yesus

PEKAN PRAPASKAH V (U)

Santo Isidorus dari Sevilla; Santo Benediktus Moor

Bacaan I : Bil. 21:4–9

Mazmur : 102:2–3.16–18.19–21; R:2

Bacaan Injil : Yoh. 8:21–30

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Renungan

Sering kita tak sabar dan tak mampu melihat janji Tuhan, karena terlalu lekat dengan urusan dunia sehari-hari. Bangsa Israel yang dipimpin Musa ke Tanah Terjanji bosan dengan makanan hambar yang diberikan Tuhan, walaupun mereka hidup sehat dengan makanan itu. Padahal sebenarnya Tuhan ingin memurnikan mereka agar sebagai umat-Nya yang setia mereka dapat memasuki Tanah Terjanji itu. Nafsu mereka untuk makan dan hidup enak membuat mereka tak lagi ingat akan Tanah Terjanji. Begitu juga dengan kita, cita-cita kita untuk memupuk hidup rohani sering kali tinggal cita-cita, karena kita lebih suka disibukkan dengan urusan duniawi sehari-hari. Dan tanpa sungguh-sungguh menjalani hidup rohani, kita tak mungkin menerima Tuhan Yesus sepenuhnya:”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” Sebagai pengikut Kristus kita percaya bahwa seperti Kristus kita juga bukan dari dunia ini (Yoh. 17:16). Namun, kepercayaan ini mesti kita wujudkan dan hayati dalam hidup kita sehari-hari. Jika tidak, kita akan tertarik ke bawah dan hidup seperti orang-orang dunia ini. Yesus dengan keras mengingatkan: ”Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Inilah tantangan Yesus bagi kita di masa Prapaskah ini, kalau kita mau benar-benar bangkit bersama Dia. Kita harus berani bermatiraga untuk mengambil jarak dari dunia ini agar dapat benar-benar masuk dalam doa, dalam relasi yang semakin dalam, semakin bersatu dengan Yesus, karena Dia telah turun ke dunia untuk bersatu dengan kita. Tanpa bertekun dalam matiraga, mustahil kita dapat lepas dari keterlekatan duniawi, mustahil kita dapat mengikuti Tuhan Yesus seutuhnya.

Ya Tuhan, aku percaya kepada-Mu. Semoga dalam masa Prapaskah ini aku sanggup bermati raga dan semakin dekat dengan Dikau dalam doa dan karya amal kasihku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan