S Peter

PEKAN BIASA VII

Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul (P);

Santa Margaretha dari Cortona

Bacaan I: 1Ptr. 5:1–4

Mazmur: 23:1–3a.3b–4.5.6; R:1

Bacaan Injil: Mat. 16:13–19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

Renungan

Bacaan hari ini mengangkat amanat Santo Paulus kepada para penatua sebagai saksi penderitaan Kristus. Ia menasihatkan mereka untuk menggembalakan kawanan domba Allah dengan tiga karakter, yakni: dengan sukarela dan bukan paksaan; dengan pengabdian, bukan mencari keuntungan; dan dengan teladan, bukan perintah. Dengan demikian, kata Paulus, mereka akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Hari ini adalah Pesta Takhta Santo Petrus. Saat yang tepat bagi siapa saja yang dipanggil sebagai gembala untuk merefleksikan diri seperti apakah karakter yang seharusnya dimiliki. Amanat Santo Paulus di atas bisa menjadi miliknya; para gembala Gereja bisa menggembalakan jemaat dengan sukarela, menunjukkan keteladanan dalam kata dan karya, dan dalam pengabdian yang tulus ikhlas.

Pantas juga apabila para gembala mampu bersaksi tentang Yesus dengan benar, seperti Petrus yang dengan tepat bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias.

Pengenalan yang tepat terhadap Yesus akan memberikan pemahaman yang tepat pula kepada jemaat. Dengan demikian, jemaat sungguh-sungguh digembalakan. Jemaat merasa aman, nyaman, dan terpenuhi kebutuhan rohaninya.

Singkatnya, pesta takhta Santo Petrus mau menggarisbawahi peran sentral gembala Gereja, yakni sebagai pelayan, bukan pengejar jabatan dan hormat.

Ya Yesus, bantulah aku untuk mengenal Engkau sebagai Mesias Juru Selamatku. Amin.

Tinggalkan Pesan