keluarga-kudus

HARI KE-6 OKTAF NATAL (P)

Pesta Keluarga Kudus
Santo Sabinus

Bacaan I: Sir. 3:2-6.12-14

Mazmur: 128:1-2.3.4-5

Bacaan Injil: Mat. 2:13-15.19-23

Setelah orang-orang majus itu berangkat, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ”Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ”Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: ”Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Renungan

Muder Teresa dari Kalkuta mengatakan,”Keluarga merupakan rumah kasih sejati”. Sepanjang tahun kita diajak merenungkan kasih Allah dan bagaimana menghidupi kasih itu dalam hidup. Kasih tidak pernah abstrak dan harus dibangun dari wilayah terdekat hidup kita, yaitu keluarga. Di penghujung tahun ini kita bisa mengevaluasi, ”Apakah kasih sungguh hadir dalam keluarga kita?” Akhir tahun juga adalah saat bersyukur dan membangun niat. Ada banyak alasan untuk bersyukur pada Tuhan atas tahun yang akan kita akhiri. Alasan yang paling utama kiranya adalah syukur atas keluarga yang selalu menyertai kita dan segala berkat dan kasih yang dibagikan antaranggota keluarga. Begitu pula, ada banyak niatan untuk tahun mendatang. Niatan yang utama kiranya adalah membangun keluarga dengan lebih baik, supaya kasih sungguh dialami oleh setiap anggotanya.

Pesan bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan tanggung jawab kita terhadap setiap anggota dalam keluarga kita. Kasih dan hormat menjadi kata kunci bagi relasi harmonis dalam keluarga. Fondasinya adalah sabda Allah. Keluarga kudus menjadi bagi kita teladan keluarga ideal, yaitu yang selalu mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.

Tuhan Yesus Raja cinta, hadirlah dalam keluargaku dan bimbinglah keluargaku agar dapat meneladani Keluarga Kudus Nazaret dalam membangun semangat saling mengasihi dan menghormati dalam keluarga. Amin.

 

Tinggalkan Pesan