DSCN4308

Sekretaris Uskup Agung Jakarta Pastor Vincentius Adi Prasojo Pr mengungkapkan bahwa imamat adalah salah satu panggilan hidup yang harus terus-menerus dihayati dan dihidupi dengan penuh semangat, dan semakin bertambahnya usia pelayanan semakin menguatkan dan semakin setia seorang imam kepada Dia yang telah memilihnya meniti panggilan itu.

Pastor Adi Prasojo Pr, yang didampingi para yubilaris serta Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta Pastor Simon Tjahjadi Pr, memimpin Misa Pesta Perak tiga imam diosesan KAJ di Gereja Paroki Santo Gregorius Agung Kuta Bumi, Tangerang, 14 Agustus 2016.

Misa itu dihadiri sekitar 3000 umat Katolik serta para orangtua, rekan, sahabat dan handai tolan para imam itu. Staf Khusus Bupati Tangerang Era Era Hia serta sejumlah undangan lain juga hadir.

Ketiga imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang merayakan Pesta Perak atau 25 tahun imamat adalah Pastor Petrus Gunawan Tjahja Pr yang bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Santo Nikodemus Ciputat, Pastor Yustinus Sulistiadi Pr sebagai Kepala Paroki Santo Gregorius Agung Kuta Bumi, Tangerang, dan Pastor Petrus Kanisius Tunjung Kusuma Pr sebagai staf Seminari Tinggi Santo Yohanes Paulus II Jakarta.

Pada hari itu juga dirayakan pesta empat tahun imamat seorang imam yang bertugas di Paroki Kuta Bumi yakni Pastor Ignatius PH Wicaksono Pr.

Pastor Adi Prasojo, yang berharap agar para yubilaris semakin bersemangat melayani, menceritakan bahwa sebelum menjadi imam ia pernah melewati bimbingan oleh ketiga imam yang merayakan pesta perak itu. “Semoga dengan merayakan ulang tahun imamat ke-25 dan keempat, para imam yang merayakan kebahagiaan ini terus memupuk dan membina diri agar selalu setia dalam panggilan imamatnya.”

Pastor Yustinus Sulistiadi mengatakan kepada PEN@ Katolik  bahwa panggilan menjadi imam sesungguhnya rahmat dan misteri, seperti yang pernah dikemukakan oleh Santo Paus Yohanes Paulus II ketika merayakan 50 tahun imamatnya. “Maka, imamat itu harus dijalani dengan sepenuh hati,” tegas imam itu.

Ditegaskan, kadang-kadang sebagai manusia kelemahan muncul di saat sedang menjalankan tugas, Namun imam itu mengalami dan merasa dikuatkan ketika berhadapan dengan Salib Tuhan. “Tuhan sungguh-sungguh menunjukkan kasih dan penyelenggaraan-Nya kepada saya,” kata Pastor Sulistiadi yang menyadari panggilannya sebagai bagian dari Misteri Agung “maka dengan kerendahan hati  saya menyadari bahwa dari kelemahanku Tuhan memilih aku menjadi pelayanan-Nya.”

Pastor Gunawan Tjahja Pr memaknai pesta perak imamatnya sebagai berkat sekaligus berkah. Menurutnya, berkat yang diberikan Allah itu kemudian membuat dia melakukan kebaikan dan kebaikan itu dilakukan untuk sesama yang dijumpainya setiap hari.

Meskipun baru empat tahun menjadi imam, banyak hal didapati oleh Pastor Wicaksono dalam pelayanannya. Ia pun berjanji akan melewati panggilannya dengan melakukan kebaikan.

Sedangkan ayahnya, Agustinus Sri Hartoyo yang hadir bersama istrinya berharap agar semua imam yang merayakan HUT imamat itu semakin tekun dan terus berusaha memelihara panggilannya, tetap setia, menjadi imam yang baik untuk Tuhan dengan melakukan kebaikan bagi sesama.

Pesta perak itu dihibur dengan atraksi barongsai dari Tionghoa dan Tari Jai dari Flores, lagu-lagu khas Batak serta penampilan komunitas lansia dan komunitas Jawa, Anggoro Kasih. (Konradus R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan