DSCN3590

Vicaris Epicopalis (Vikep) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ untuk Kelompok Kategorial Pastor Aexius Andang Binawan SJ mengajak seluruh anggota Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) KAJ untuk terlibat dalam upaya memelihara lingkungan hidup dengan cara melaksanakan Gerakan Silih Ekologis, artinya upaya penggantian kerusakan lingkungan yang terjadi dalam setiap kegiatan sebelumnya.

Pastor Andang Binawan berbicara dalam homili Misa Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PUKAT KAJ Periode 2016-2018 di sebuah rumah di Pondok Indah Jakarta Selatan, pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2016. Uskup KAJ Mgr Ignatius Suharyo yang memimpin Misa itu didampingi Pastor Andang Binawan SJ dan Moderator PUKAT KAJ Pastor Roy Djakaria Pr.

Mengapresiasi pemilihan tanggal pelantikan itu bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, Pastor Andang meminta seluruh anggota PUKAT KAJ untuk terlibat langsung dalam upaya pemeliharaan lingkungan hidup yang saat ini semakin memprihatinkan.

Imam itu mengimbau para pengusaha untuk tidak hanya memikirkan bisnis tetapi memberikan perhatian kepada lingkungan hidup. Program Gerakan Silih Ekologis yang baru diluncurkan dan ditandatangani Mgr Suharyo hari itu, jelas imam itu, meminta kompensasi atau silih umat sebesar 10.000 rupiah per jam penerbangan, karena “setiap satu jam penerbangan menghabiskan sekitar 30 kg karbon.”

Dana dari umat itu ditampung di rekening khusus untuk program penanaman pohon di Ciputat dan Tangerang, jelas imam itu.

Ketua Umum Pukat KAJ yang baru dilantik Maria Josephine Ina Susanti mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa PUKAT KAJ merupakan komunitas strategis untuk menerapkan Ajaran Sosial Gereja (ASG). “Profesional maupun usahawan Katolik harus menjadi pembawa sukacita Injil dan mewujudkan Kerajaan Allah,” jelas perempuan itu.

PUKAT KAJ sedang dan akan melaksanakan berbagai program. Salah satunya adalah memberikan beasiswa kepada putera-puteri dari Asmat (Papua) untuk menjadi guru dengan mengikuti kuliah di Yogyakarta. Sebanyak 25 orang sedang melanjutkan kuliah di sana untuk kembali ke Asmat sebagai guru.

Ketua I PUKAT KAJ Markus Linggo membenarkan bahwa lewat PUKAT ia belajar banyak hal dari para senior yang memiliki semangat saling berbagi. “Semangat senior-senior PUKAT memberi inspirasi. Mereka suka membantu. Mereka suka menolong. Itulah yang sangat memberikan motivasi,”’ kata umat Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading itu.

PUKAT KAJ dibentuk tahun 1990. Selain berbagai kegiatan lain, PUKAT KAJ merayakan Misa bersama setiap Jumat pertama di tempat yang berbeda-beda secara bergantian.

Pengurus PUKAT KAJ yang dilantik: Ketua Umum Maria Josephine Ina Susanti, Ketua I Vincent Marcus Linggo, Ketua II Al. Setya Handoyo, Sekretaris I Enrica V Shanti S, Sekretaris II Mathias Hariyadi. (Konrad Mangu)

Foto: Maria Josephine Ina Susanti

Tinggalkan Pesan