4-Jan-2016-KWI-R-702x336

PEKAN SESUDAH EPIFANI (P)
Santa Elisabeth Anna Bayley Seton

Bacaan I: 1Yoh. 3:22–4:6

Mazmur: 2:7-8.10-11; 8a

Bacaan Injil: Mat. 4:12-17.23-25

Ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk ke­adaan­nya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Renungan

“Bangsa yang tinggal dalam kegelapan telah melihat terang yang besar.” Suasana hidup tanpa pengenalan dan iman tentang Allah diibaratkan sebagai dunia yang suram dan gelap. Kegelapan selalu mencemaskan dan menakutkan. Sebaliknya, bila kita tinggal dalam suasana yang terang, hati kita lega dan mata bisa berdaya guna melihat semua yang ada di sekitar kita. Kelahiran Yesus menjadi satu gambaran Terang sejati yang menerangi semua orang yang hidup dalam kegelapan. Yesus menuntun setiap orang pada jalan yang terang dan berpengharapan. Di mana ada terang, di sana ada keceriaan dan pengharapan.

Yesus memulai pengajaran-Nya dengan mengajak orang-orang sebangsa untuk bertobat dan hidup menurut kehendak Allah. Hidup menurut bimbingan Roh dan kebenaran. Hidup sebagai anak-anak terang. Pertobatan menjadi langkah awal untuk mengambil bagian dalam hidup Allah sendiri; untuk beroleh damai sejahtera, kegembiraan sejati dan kebahagiaan yang berkanjang. Yesus tetap berkeliling sambil mengajar dan berbuat baik. Kita juga dipanggil untuk terus menjadi pewarta kabar gembira yang membantu menghalau kegelapan dan mengantar banyak orang semakin percaya kepada Tuhan.

Ya Tuhan, terangilah hatiku agar aku sanggup menemukan kehendak-Mu dan siap sedia mengikuti jalan-Mu menuju kegembiraan dan kebahagiaan sejati. Jadikanlah aku sebagai alat-Mu yang membawa terang bagi sesama. Amin.

Tinggalkan Pesan