Paus Fransiskus dan Kardinal Kurt Koch (foto file) (Vatican Media)

Presiden Dewan Kepausan untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristen Kardinal Kurt Koch mempersembahkan sebuah “vademecum” ekumenis, atau buku panduan yang ditujukan kepada para uskup guna mendorong dan membantu pelayanan mereka dalam karya ekumenisme.

Buku pegangan berjudul, “Uskup dan Persatuan Umat Kristiani: Vademecum Ekumenis,” yang diminta tahun 2016 oleh anggota Dewan Kepausan itu, dikeluarkan dalam konferensi pers 4 Desember untuk menandai ulang tahun ke-25 ensiklik Santo Yohanes Paulus II tentang ekumenisme, Ut unum sint, dan peringatan 60 tahun pembentukan dewan itu oleh Santo Paus Yohanes XXIII tahun 1960.

Dalam surat kepada Kardinal Koch untuk peringatan Ut unum sint di awal tahun ini, Paus Fransiskus mengungkapkan kepuasan atas prakarsa itu. Dalam surat itu, tulis Bapa Suci “melayani persatuan adalah aspek penting dari misi setiap uskup, yang merupakan ‘sumber dan dasar persatuan yang terlihat’ dalam Gereja Partikular sendiri.”

Vademecum baru itu didasarkan pada ajaran Yohanes Paulus dalam Ut unum sint, Keputusan Konsili Vatikan II tentang ekumenisme Unitatis redintegratio, dan dua dokumen yang dihasilkan oleh Dewan Kepausan itu yakni Direktori Penerapan Prinsip-Prinsip dan Norma-Norma Ekumenisme (1993), dan Dimensi Ekumenis dalam Formasi Orang-Orang yang Terlibat dalam Karya Pastoral.

Vademecum ekumenis itu memiliki dua bagian utama. Bagian pertama, kata Kardinal Koch, “menjelaskan apa yang dituntut Gereja Katolik dalam memenuhi misi ekumenisnya,” serta menegaskan bahwa “mengupayakan persatuan pertama-tama merupakan tantangan bagi umat Katolik.” Bagian pertama dokumen itu membahas struktur dan personel yang terlibat dalam ekumenisme di tingkat keuskupan dan nasional, serta formasi ekumenis dan penggunaan media massa.

Bagian kedua dari dokumen ini “membahas empat cara Gereja Katolik bisa berinteraksi dengan umat-umat Kristen lainnya” yakni

1. Ekumenisme spiritual, yang digambarkan oleh Unitatis redintegratio sebagai “jiwa gerakan ekumenis”

2. Dialog cinta kasih, yang meningkatkan “budaya perjumpaan” dalam kontak sehari-hari dan kerja sama dengan orang Kristen lainnya berdasarkan baptisan bersama

3. Dialog kebenaran, yang merujuk pada pencarian kebenaran dari Allah yang dilakukan umat Katolik bersama umat Kristiani lainnya khususnya melalui dialog teologis

4. Dan dialog kehidupan, yang melibatkan kesempatan-kesempatan untuk bertukar pikiran dan bekerja sama dengan umat Kristen lain, terutama berkaitan dengan reksa pastoral, kesaksian Kristen tentang dunia, dan dan budaya.

Saat menyampaikan dokumen itu, Kardinal Koch menunjukkan bahwa vademecum itu tak hanya menjabarkan prinsip-prinsip ekumenisme, tetapi juga memberikan “rekomendasi praktis” yakni saran-saran konkret untuk prakarsa yang bisa dilakukan oleh para uskup di tingkat lokal dan regional.

Kardinal Koch mengakhiri presentasinya dengan mengingat wawasan Paus Fransiskus bahwa persatuan umat Kristen adalah sebuah perjalanan, dan “kalau kita melakukan perjalanan itu bersama Kristus, Dia sendiri yang akan mewujudkan persatuan itu.” Kardinal itu berharap Vademecum Ekumenis untuk para uskup itu “bisa membantu perjalanan para uskup dan seluruh Gereja Katolik menuju persekutuan penuh yang telah didoakan Tuhan.”

Dokumen baru bisa dibaca di website Dewan Kepausan untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristen.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Christopher Wells/Vatican News)

Tinggalkan Pesan