1-Jan-2016-KWI-R-702x336

Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah (P)

Hari Perdamaian se-Dunia

Bacaan I: Bil. 6:22-27

Mazmur: 67:2-3.5.8;R:2a

Bacaan Injil: Luk. 2:16-21│

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus., yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Renungan

Inilah hari yang diciptakan Tuhan bagi kita. Marilah kita berziarah bersama Bunda Maria seraya merenungkan apa yang Tuhan kehendaki kita perbuat di tahun yang baru ini. Kita bergembira dan bersyukur atas rahmat yang telah kita alami di tahun lalu. Kita bersyukur karena diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup dan bergiat di tahun ini.

Allah selalu terbuka memberikan berkat dan kasih karunia bagi semua manusia yang berkehendak baik dan berharap kepada-Nya. Langkah kita terarah kepada perjumpaan dengan Allah untuk bersyukur dan mendapatkan berkat. Seperti orang Israel yang selalu rindu mendapat berkat Allah pada zamannya, demikian pun para gembala rindu berjumpa dengan Yesus yang diwartakan para malaikat. Perjumpaan dengan Yesus mendatangkan kegembiraan.

Hari ini kita rayakan Pesta Santa Maria Bunda Allah. Berbagai rahmat telah Gereja terima karena doa Salam Maria. Bunda Maria dipilih dan diberkati Allah. Karena iman dan keterbukaannya kepada tawaran keselamatan Allah, Maria dianugerahi kasih karunia. Dia setia menyimpan dan merenungkan segala perkara di dalam hatinya. “Setelah genap waktunya, Allah mengutus anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan…” (Gal. 4:4).

Kita belajar dari figur Bunda Maria yang rendah hati, terbuka, beriman, sederhana, setia dan memelihara rahasia dengan baik sampai saatnya tiba. Sebab Maria percaya, bagi Allah tidak ada yang mustahil. “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”.

Santa Maria Bunda Allah, doakanlah ziarah kami di tahun baru ini, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan