19-Des-KWI-R-702x336

HARI BIASA KHUSUS ADVEN PEKAN III (U)

Novena Natal hari keempat – Santo Nemesio

Bacaan I: Hak. 13:2-7.24-25a

Mazmur: 71:3-4a.5-6B.16-17; R: lh.18ab

Bacaan Injil: Luk. 1:5-25

Pada zaman Herodes, raja Yudea,  adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia.  Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi,  sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar  dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat  Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut,  hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras  dan ia akan penuh dengan Roh Kudus  mulai dari rahim  ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan  dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan  suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi?  Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel  yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata  sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat  kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku  di depan orang.”

Renungan

Peristiwa pemberitahuan kelahiran Simon dalam bacaan pertama dan kabar tentang kelahiran Yohanes Pembaptis dalam Injil memiliki cerita senada. Allah menunjukkan belas kasih-Nya dan mendengarkan seruan mereka yang berharap kepada-Nya dengan pengharapan dan kepenuhan iman. Peristiwa ajaib cinta Allah ditunjukkan-Nya dalam berbagai situasi hidup kita dan hendak menyatakan bahwa berharap kepada Allah bukan merupakan kesia-siaan. Belas kasih Allah dinyatakan-Nya dalam cara-cara yang tak terpikirkan oleh kemampuan manusiawi kita.

Seringkali dalam hidup sehari-hari pun kita mudah sekali jatuh dalam keputusasaan, kekecewaan, keraguan. Pengharapan dan keyakinan iman yang teguh akan Allah dapat membuat harapan dan keyakinan kita menjadi nyata. Jangan takut untuk percaya akan campur tangan Tuhan dalam hidup kita.

Ya Tuhan, aku mengucap syukur atas belas kasih yang tak berkesudahan. Teguhkanlah harapan dan imanku akan kehendak-Mu yang senantiasa menyelamatkan aku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan