15-Okt-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XXVIII (H)

HUT Kongregasi OCD

Peringatan Wajib Santa Teresia dari Avilla, Perawan dan Pujangga Gereja (P)

Bacaan I: Rm. 3:21-30a

Mazmur: 130:1-6; R:7

Bacaan Injil: Luk. 11:47-54

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata: ”Celakalah kamu, sebab kamu ­membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.” Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Renungan

Santa Teresia dari Avilla terkenal dengan ungkapannya, ”Solo Dios basta” yang artinya ”Hanya Allah, cukuplah”. Baginya, mengenal dan memiliki Allah sudah cukup, sudah melebihi segala sesuatu yang dapat dimiliki. Allah menjadi segala-galanya.

Rasul Paulus meyakinkan umat di Roma bahwa iman akan Allah sudah cukup dan jauh lebih menyelamatkan dibandingkan dengan berpegang dan melaksanakan hukum Taurat. Paulus menunjuk dan mengajarkan hal pokok lain yang lebih membenarkan dan menyelamatkan yakni iman akan Yesus, Dia yang ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian. Melalui darah-Nya yang tertumpa di kayu Salib, Yesus telah memperdamaikan kita dengan Allah yang adil. Iman yang menyelamatkan seperti inilah yang dapat menjadi kebanggaan dan kita boleh bermegah atasnya. Yesus mengecam ahli-ahli Taurat yang lebih berpegang pada ketentuan hukum Taurat. Mereka lebih mau bermegah atas kisah nenek moyang mereka yang membunuh para nabi dan utusan Allah daripada percaya kepada Yesus yang memaklumkan diri sebagai Anak Allah, Mesias, yang diutus untuk menyelamatkan mereka.

Ya Tuhan, berilah aku kebijaksanaan untuk semakin meyakini Yesus, Putra-Mu sebagai jalan keselamatan. Semoga aku selalu bersyukur atas Dia dan mau menjadikan Dia sebagai segala-galanya bagiku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan