foto-7

Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku menghimbau umat se-Keuskupan Atambua agar terus mendoakan para imam, biarawan-biarawati, bruder, suster dan frater supaya tetap setia pada panggilannya, “sebab belakangan ini panggilan hidup membiara mengalami banyak permasalahan, sementara banyak kaum muda dan anak-anak tidak mau lagi bersekolah di seminari atau hidup membiara.”

Mgr Saku berbicara dalam homili Misa Pembukaan Tahun Hidup Bakti 2015 Keuskupan Atambua di Katedral Santa Maria Immaculata Atambua yang dipenuhi umat serta ratusan imam, suster, bruder dan frater dari 38 tarekat religius yang berkarya di Keuskupan Atambua.

Misa 22 Februari 2015 yang dipimpin Mgr Saku dengan konselebran Pastor Dekenat Belu Utara yang juga Kepala Paroki Katedral Atambua Pastor Stefanus Boisala Pr dan Provinsialat SVD Timor Pastor Vincentius Wun SVD serta puluhan imam lainnya itu bertema “Hidup Bakti: Panggilan Pembaharuan.”

Dalam Misa dengan iringan koor gabungan Aspiran SSpS, Aspiran FADM, Novis SVD dan Suster-Suster SSpS itu, Mgr Saku menegaskan bahwa permasalahan hidup membiara dan kurangnya kaum muda di seminari dan biara “sangat memberatkan Gereja lokal dalam bertumbuh dan berkembang.”

Mgr Saku juga mengatakan bahwa dia sendiri melihat dan mendengar banyak kemelut terjadi di dalam keluarga, serta di dalam komunitas suster, bruder, frater dan imam. “Akhirnya karya pelayanan yang Tuhan titipkan tidak berjalan dengan baik. Karena apa? Karena wajah cemberut dan suka iri ini dan iri itu. Saya minta supaya kemelut-kemelut yang masih terus terjadi dalam keluarga, dalam komunitas para suster, bruder, frater dan imam atau biarawan, harus segera diakhiri.”

Uskup juga mengajak semua yang hadir untuk bekerjasama menjala kaum muda dan anak-anak agar mereka masuk kembali hidup membiara. “Kalau mereka tidak mau hidup membiara dan tidak mau masuk seminari lagi, siapa yang akan kasih penuh itu gereja dan biara-biara?” tanya Uskup Saku.

Misa dilanjutkan dengan seminar di aula SMAK Suria Atambua. Hadir sebagai pemateri Uskup Domi yang didampingi Ketua Komisi Seminari dan Panggilan Pastor Leonardus Edel Asuk Pr. Dalam seminar itu, Uskup Dominikus Saku meminta semua tarekat religius agar dapat mengembangkan bidang ekonomi kreatif, bidang rohani, bidang budaya dan bidang pendidikan kreatif.

Simprosius Leki Dasi, seorang pengurus DPP Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua, mengakui bahwa panggilan hidup membiara dan masuk seminari terus berkurang. “Kita harus segera menyelamatkan situasi dan kondisi tersebut. Ini tantangan terberat bagi Gereja lokal di Indonesia dan dunia. Saya berharap orangtua memberikan satu anaknya untuk bekerja entah sebagai pastor, suster, bruder dan frater. Dan para kaum berjubah tolong jangan kecewakan umat,” dia berharap. (Felixianus Ali)

foto-2

foto-3

Tinggalkan Pesan