Uskup Agung Chittagong Mgr Moses M Costa  CSC
Uskup Agung Chittagong Mgr Moses M Costa CSC

Uskup Agung Chittagong Mgr Moses M Costa adalah rohaniwan Katolik senior Bangladesh pertama yang terinfeksi virus corona. Mgr Moses Costa kini dirawat di Rumah Sakit Square Dhaka, kata Vikjen Keuskupan Agung Chittagong Pastor Leonard Rebeiro dalam pernyataan,  14 Juni 2020, seperti yang dikutip Vatican News dari UCANews dua hari kemudian.

“Para klerus, religius dan umat beriman yang terkasih, Uskup Agung Chittagong Mgr Moses M Costa dirawat di Rumah Sakit Square dengan penyakit serius 13 Juni 2020,” kata Pastor Rebeiro. “Sampelnya sudah diuji Covid-19 dan laporannya positif hari ini,” lanjut imam itu.

Vikjen itu mengumumkan juga kondisi uskup agung itu di awal Misa live streaming di hari Minggu, 14 Juni, hari raya Corpus Christi, atau Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Imam itu mempersembahkan Misa itu untuk penyembuhan uskup agung itu dan meminta semua umat untuk berdoa baginya.

Berita tentang kondisi kritis Mgr Moses Costa menyebar cepat ke seluruh umat Katolik Bangladesh, baik di dalam maupun luar negeri. Banyak orang menyatakan kedekatan dengan uskup agung itu seraya memastikan doa bagi kesembuhannya. Gerakan Mahasiswa Katolik Bangladesh (BCSM) mengatakan anggotanya sedang berdoa agar uskup agung itu “cepat sembuh.”

Uskup Agung Costa dari Kongregasi Salib Suci (CSC) yang berusia 69 tahun itu adalah sekretaris jenderal Konferensi Waligereja Bangladesh (CBCB) dan juga ketua Komisi Kesehatan CBCB.

Santo Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Uskup Dinajpur tahun 1996 dan tahun 2011 Paus Benediktus XVI memindahkannya ke Chittagong. Paus Fransiskus meningkatkan Keuskupan Chittagong menjadi keuskupan agung tahun 2017 dan menjadikan Uskup Costa sebagai Uskup Agung.

Tanggal 16 Juni, jumlah korban tewas di Bangladesh akibat Covid-19 menjadi 1.262 dan jumlah orang terinfeksi mencapai lebih dari 94.000. Lebih dari 30 umat Kristen minoritas Bangladesh telah terinfeksi dan 5 orang meninggal dalam beberapa pekan terakhir.

Chittagong, yang resmi dikenal sebagai Chattogram, adalah kota terbesar kedua di negara itu dan pusat keuangan utama. Di sana terjadi peningkatan pesat kasus virus corona dalam beberapa minggu terakhir. Daerah Kotwali telah ditandai sebagai hot spot.

Keuskupan Agung Chittagong adalah salah satu dari delapan keuskupan di Bangladesh yang mengeluarkan pedoman kesehatan Covid-19 dan menutup semua gereja untuk pelayanan publik bahkan sebelum pemerintah mengumumkan penutupan secara nasional mulai 26 Maret.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Robin Gomes Vatican News)

1 komentar

Tinggalkan Pesan