Santa-Brigida-Biarawati

PEKAN BIASA IV (H)

Santa Brigida, Santo Severus, Beata Marie Anne dan Odile

 

Bacaan I: Ul. 18:15-20

Mazmur: 95:1-2.6-7.8-9; R:8

Bacaan II: 1Kor. 7:32-35

Bacaan Injil: Mrk. 1:21-28

 

Pada awal karya-Nya, Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu Ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Renungan

Kesibukan dan aktivitas harian, sering membuat kita dipenuhi dengan rencana-rencana, kalkulasi dan antisipasi. Semua aktivitas itu menggerakkan pikiran  logis manusia dan kalau tidak terkendali dapat melumpuhkan kemampuan kita untuk mengenali gerak batin dalam diri kita. Gerak batin mana yang berasal dari Roh baik dan mana dari roh jahat sulit dibedakan kalau kita tidak terbiasa untuk menjaga keheningan pikiran dan batin kita. Berdoa dan berkomunikasi dengan Sang Kebenaran adalah pilihan aktivitas yang harus dilatih setiap saat.

Fenomena roh jahat serta pengaruhnya di abad ini telah merasuki berbagai segi kehidupan manusia. Roh jahat mempengaruhi manusia untuk berbuat dosa. Ia juga menyerang manusia agar menderita lahir dan batin. Tanpa disertai kuasa Allah, anak-anak manusia tidak sanggup mengenali dan melawan roh jahat. Yesus Kristus memiliki kuasa Allah sehingga ketika melihat Dia, roh jahat dalam diri si penderita itu pergi. Dalam bacaan pertama Musa bernubuat: “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ul. 18:15). Suara Yesus, yang juga dipanggil nabi, demikian berwibawa bukan hanya membuat orang Kapernaum terkagum-kagum, tetapi juga membuat roh jahat takut dan keluar dari orang yang kerasukan itu. Suara Tuhan dalam keheningan akan terdengar jelas bila kita bergaul akrab dengan-Nya setiap saat.

Tuhan, bantulah aku untuk mengatasi berbagai pengaruh roh jahat serta penderitaan yang ditimbulkannya. Semoga aku senantiasa mendengar suara-Mu dan taat melaksanakannya. Amin  

 

 

Tinggalkan Pesan