IMG_0994

Mgr Johannes Pujasumarta mengingatkan umat Kristiani dari 235 Gereja di kota Semarang yang terlibat dalam Perayaan Paskah Bersama (Ekumene) se-Kota Semarang bahwa kebangkitan Yesus memberikan daya penyembuhan kepada para murid, “dosa yang kamu lepaskan, juga Aku lepaskan.”

Uskup Agung Semarang menjadi Pemberi Pesan Paskah dalam Paskah Bersama yang dihadiri sekitar 10.000 umat Kristiani di Holy Stadium JKI Injil Kerajaan, Semarang, 9 Mei 2014. Banyak imam dan banyak pendeta dari berbagai denominasi juga hadir.

Mgr Pujasumarta menegaskan bahwa Yesus mengajak para murid untuk mengampuni. “Pengampunan menjadi suatu daya penyembuhan dalam diri kita dan daya penyembuhan bagi seluruh masyarakat.”

Daya kekuatan kebangkitan itu, tegas Mgr Pujasumarta, diberikan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, sehingga mereka bersedia untuk meneruskan karya kasih, karya pelayanan. “Tugas itulah yang juga diberikan kepada kita semua.”

Uskup agung itu juga berharap agar umat Kristiani betul-betul memahami apa makna kemenangan Kristus. “Kemenangan itu merupakan buah kasih Allah yang meskipun ditolak manusia tetapi tetap bertahan,” kata Mgr Pujasumarta.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Mgr Pujasumarta mengajak umat yang hadir untuk sungguh-sungguh berbuat baik, berbuat benar, dan bertanggung jawab, karena dengan demikian, “kemenangan Kristus menjadi kemenangan kita.”

Perayaan Paskah Bersama itu melibatkan 1000 penyanyi kor dari berbagai Gereja yang diiringi oleh Paulus Surya Orchestra. Para pastor dan biarawati serta para pendeta membawakan sejumlah lagu bernuansa Katolik. Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santo Athanasius Karang Panas Semarang mempersembahkan visualisasi Paskah dengan sentuhan ala teater, dan 50 Pemuda-Pemudi JKI Injil Kerajaan menari.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam kesempatan itu mengatakan perayaan Paskah memiliki dua makna yakni pengorbanan dan pelayanan. “Ada dua makna yaitu mengenai pengorbanan dan pelayanan. Pengorbanan, pada saat beliau kemudian rela untuk disalib, beliau rela untuk disiksa, karena memang ingin membela kepentingan umat. Pelayanan, pada saat beliau rela melayani murid-murid-Nya dan ini bisa menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.

Hal itu berarti, “untuk membangun kota Semarang kami perlu dukungan semua pihak,” kata Prihadi seraya mengajak umat Kristiani untuk bersama-sama berkorban memberikan pelayanan yang terbaik kepada sesama warga kota Semarang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengajak umat Kristiani untuk bersyukur karena hidup di Indonesia, hidup di Jawa Tengah, hidup di Semarang penuh dengan kedamaian. “Ini semua bisa terwujud karena kita punya pendahulu-pendahulu, tokoh-tokoh besar bangsa ini, yang telah membangun negeri ini, membangun semangat kebangsaan dengan semangat kebersamaan, dengan semangat cinta kasih, dengan semangat kerendahan hati,” katanya.

Masyarakat, lanjutnya, bisa bersatu, bisa bersama-sama walau berbeda agama, berbeda asal, karena Indonesia mempunyai Pancasila. Namun, tegasnya, pekerjaan rumah Indonesia masih banyak.

“Kita tidak boleh terlena seolah­-olah sudah selesai ketika diri kita sudah berada dalam posisi mapan. Karena apa? Karena saudara-saudara kita masih banyak yang perlu perhatian kita semua,” tandasnya.

Keterlibatan 235 Gereja dalam perayaan Paskah itu membuat perayaan itu tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perayaan Paskah yang melibatkan Gereja terbanyak. (Lukas Awi Tristanto)

IMG_0938

1 komentar

  1. Mantap… bersatulah… gereja-gereja sedunia, Mgr. Puja telah menuntun domba-domba ke jalan yang benar.

Tinggalkan Pesan