Para uskup Australia saat kunjungan ad limina
Para uskup Australia saat kunjungan ad limina

Pertama kalinya dalam sejarah, para uskup Australia tidak akan berkumpul bersama dalam pertemuan pleno mereka, 7-14 Mei 2020. Sebaliknya, mereka akan ikut bersama warga Australia dan jutaan orang seluruh dunia yang terus melakukan pekerjaannya dari rumah dengan bantuan konferensi video. Seperti semua orang Australia, kata Ketua Konferensi Waligereja Australia Mgr Mark Coleridge, “kita harus adaptasi dengan kenyataan saat ini.”

Uskup Agung Brisbane itu mencatat “ada keinginan besar di semua bagian Gereja untuk melanjutkan ibadat publik, dan kami akan mempertimbangkan bagaimana dan kapan itu mungkin terjadi.” Dalam pertemuan itu para uskup akan melihat bagaimana Gereja bisa mendukung keluarga, individu dan komunitas yang terkena dampak serius pandemi itu. Karya bantuan, ungkap Mgr Coleridge, sudah dimulai lewat jaringan pelayanan pendidikan, pelayanan sosial dan pastoral. Namun uskup agung itu mengakui “pemulihan akan lama.”

Pertemuan pleno itu akan juga membahas pendekatan kolaboratif untuk pengamanan dan penanganan keluhan pelecehan seksual dan pelanggaran lainnya. “Kami sudah membuat kemajuan yang baik dalam merancang struktur dan praktik lebih baik guna menanggapi tuduhan serta menciptakan dan memelihara lingkungan Gereja yang aman bagi anak-anak dan orang dewasa yang rentan,” kata Mgr Coleridge. “Ini pendekatan seluruh-Gereja, dan itu dikembangkan berdasarkan masukan dari berbagai orang, termasuk para penyintas dan pendukung mereka.”

Dalam pertemuan seminggu itu, para uskup akan juga mempertimbangkan laporan akhir tinjauan nasional tentang tata kelola keuskupan dan paroki. Mgr Coleridge mengatakan, sementara pembatasan sosial dan “perubahan tak terduga sebelumnya” dalam teknologi akan menghalang, ikatan iman dan misi yang menyatukan para uskup akan tetap kuat.

“Ritme Misa harian dan doa beberapa kali setiap hari, meskipun di lokasi kita sendiri, akan terus berlanjut, dan akan tetap fokus pada Yesus yang Bangkit di tengah-tengah kita,” kata Mgr Coleridge. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan