Panitia 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop Resmi Dibubarkan, Estafet Pelayanan Berlanjut kepada Alumni

PenaKatolik.Com | Setelah hampir satu tahun menjalankan tugas mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN), Panitia Reuni Akbar dan Peringatan 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop resmi dibubarkan pada Sabtu (7/11/2026).

Pembubaran panitia tersebut menjadi momentum syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah terlaksana. Lebih dari sekadar mengakhiri masa kerja kepanitiaan, kesempatan ini juga menandai keberhasilan membangun kembali persaudaraan antarlulusan, menghidupkan semangat kebersamaan alumni, serta memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan karya pendidikan Katolik di Nyarumkop.

Ketua Panitia, Yustianus Ami, S.E., M.M., mengatakan bahwa seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan peringatan 110 tahun merupakan buah dari kerja sama dan semangat pelayanan banyak pihak. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan tugas dapat dilalui berkat dukungan dan kebersamaan seluruh elemen yang terlibat.

“Kami bersyukur karena Tuhan menyertai seluruh perjalanan ini. Banyak tantangan yang dihadapi, tetapi semuanya dapat dilalui berkat kebersamaan. Terima kasih kepada YPMKB, para pastor, biarawan-biarawati, alumni, donatur, dan seluruh panitia yang telah melayani dengan tulus,” ungkap Yustianus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang tersebut berharap semangat persaudaraan dan pelayanan yang tumbuh selama perayaan 110 tahun tidak ikut berakhir setelah kepanitiaan dibubarkan. Sebaliknya, kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan karya pendidikan Katolik Nyarumkop pada masa mendatang.

Ketua Yayasan Pendidikan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB), Br. Dionisius Bonevantura Frans, MTB, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersembahkan waktu, tenaga, dan pemikiran demi terselenggaranya peringatan bersejarah tersebut.

Menurut Br. Dion, sapaan akrabnya, peringatan 110 tahun menjadi kesempatan penting untuk membangkitkan kembali kesadaran bahwa pendidikan Katolik bukan hanya tanggung jawab yayasan atau lembaga persekolahan, melainkan merupakan karya bersama seluruh umat.

“Persekolahan Katolik Nyarumkop telah melahirkan banyak pribadi yang mengabdi di Gereja maupun masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap sekolah ini menjadi tanggung jawab bersama. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersembahkan tenaga, waktu, dan pikirannya demi pelayanan ini,” katanya.

Dia menegaskan, kolaborasi antara yayasan dan alumni perlu terus dipelihara agar karya pendidikan yang telah berlangsung sejak 1916 itu semakin berkembang dan tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Dengan demikian, semangat peringatan 110 tahun tidak berhenti sebagai perayaan historis, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata untuk mendukung masa depan Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Estafet Pelayanan kepada Pengurus Alumni

Seiring berakhirnya masa tugas panitia, tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan semangat kebersamaan alumni kini diteruskan melalui kepengurusan Ikatan Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop bersama YPMKB.

Dalam rangkaian momentum peringatan tersebut, Yustianus Ami terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Alumni PKN. Kepengurusan alumni yang ditetapkan melalui surat keputusan YPMKB itu juga telah dilantik secara resmi dalam Misa Pengukuhan yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus di Nyarumkop.

Yustianus menjelaskan bahwa setelah pelantikan, pengurus alumni telah menggelar rapat perdana di Pontianak. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengonsolidasikan organisasi sekaligus membicarakan program kerja yang akan dilaksanakan.

Salah satu keputusan dalam rapat perdana tersebut adalah segera menjalankan dan merealisasikan sejumlah program prioritas untuk periode 2026–2027. Selain mempersiapkan pelaksanaan program, pengurus juga mulai mengurus aspek legalitas organisasi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.

“Untuk kebutuhan legalitas, kami juga sudah ke notaris Adrian di Singkawang,” ungkap Yustianus.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembubaran panitia tidak berarti berakhirnya gerakan bersama yang telah dibangun selama peringatan 110 tahun. Justru, momentum ini menjadi awal bagi pengurus alumni untuk mengambil peran lebih terorganisasi dalam mendukung almamater.

Br. Dion berharap kebersamaan yang telah terjalin antara yayasan, alumni, dan seluruh keluarga besar Persekolahan Katolik Nyarumkop dapat terus dirawat. Harapan tersebut sekaligus menjadi landasan untuk mewujudkan pendidikan Katolik yang unggul, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai Injil.

Sejak berdiri pada 1916, Persekolahan Katolik Nyarumkop telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan pelayanan Gereja di Kalimantan Barat. Kini, setelah melewati 110 tahun perjalanan, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan warisan sejarah, melainkan memastikan bahwa semangat pendidikan tersebut terus hidup dan memberikan kontribusi bagi generasi mendatang. (Samuel)

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini