CALIFORNIA, Pena Katolik — Kisah hidup Scott Borba terdengar layaknya naskah film Hollywood yang terlalu dramatis untuk menjadi kenyataan. Ia adalah ,antan model, aktor, pengusaha kecantikan sukses, sekaligus salah satu pendiri merek kosmetik global raksasa e.l.f. Cosmetics. Namun, ia memutuskan untuk meninggalkan gemerlap industri kecantikan itu demi menjawab panggilan menjadi seorang imam Katolik.
Diakon Scott Borba akan ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Fresno, Amerika Serikat di Gereja St. Carolus Borromeus, Visalia, 23 Mei 2026. Ia ditahbiskan bersama dua rekannya, Diakon Marco Ayala, dan Diakon Jose Francisco Orozco. Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata, bahwa kecantikan fisik dan kekayaan materi, pada akhirnya, tidak pernah cukup untuk memuaskan dahaga terdalam jiwa manusia.
Dunia Kecantikan
Selama lebih dari dua dekade, Borba mendedikasikan hidupnya di industri kesehatan dan kecantikan. Ia membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, dan menikmati gaya hidup kelas atas Hollywood. Namun, saat menengok kembali masa lalunya, Borba berbicara dengan kejujuran yang menampar.
“Saya hidup untuk diri saya sendiri. Saya mendewakan diri saya sendiri. Saya mendewakan segala hal yang berbau kemewahan. Saya adalah poster boy untuk kemewahan itu sendiri,” kata Borba mengakui masa lalunya.
Meskipun ia menghabiskan bertahun-tahun menciptakan produk untuk membuat orang merasa menarik, percaya diri, dan rupawan, ia mulai menyadari bahwa kecantikan luar tidak mampu menjawab kerinduan batin yang kosong. Di tengah era filter media sosial dan kehidupan yang serba dikurasi saat ini, kegelisahan yang dialami Borba menjadi cerminan. Semua orang kita sibuk mempercantik citra diri, namun mengabaikan jiwa di baliknya.
Panggilan imamat Borba sebenarnya bukanlah hal yang baru muncul. Benih itu sudah tertanam sejak ia masih kecil, saat ia rutin menghadiri Misa bersama ibunya.
Tanda Pertama adalah saat ibunya menunjuk ke arah altar, Borba kecil melihat sesuatu yang luar biasa.
“Siapa pun imam saat itu, jubahnya pada momen itu berkilau seperti gliter,” kenang Borba.
“Dan saya tahu Tuhan sedang menaruh pesan di hati saya untuk menjadi seorang imam.”
Titik Balik
Gliter yang ia lihat di altar gereja saat kecil, di kemudian hari menjadi bagian dari dunia kosmetik dan glamor yang ia geluti saat dewasa. Namun kini, makna “kilauan” itu telah bertransformasi sepenuhnya menjadi keindahan rohani.
Selain pengaruh sang ibu, Borba juga menyatakan bahwa Santa Perawan Maria memiliki peran sentral dalam menuntun langkahnya menuju panggilan ini.
“Saya tahu bahwa Bunda Maria telah membawa saya ke dalam panggilan ini karena kasihnya kepadaku dan kepada Putranya. Saya tidak pernah sebahagia ini,” ungkapnya.
Bagi Borba, menjawab panggilan Tuhan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Ia membuktikan komitmennya dengan melepaskan seluruh aset duniawi yang pernah ia dewa-dewakan.
“Bukan hanya menerima panggilan ini, tetapi semua yang Tuhan berikan kepada saya—semua uang saya, semua yang saya miliki, termasuk perusahaan yang saya bangun, telah saya berikan semuanya (didonasikan).”
Kisah Scott Borba memberikan pesan kuat bagi dunia modern Kekuatan sejati tidak terletak pada kemampuan meninggalkan satu kehidupan demi kehidupan lain, melainkan pada penemuan bahwa di balik kesuksesan, citra diri, dan kemewahan, ada keindahan sejati yang tidak sekadar mengubah tampilan wajah, melainkan mentransformasi seluruh kehidupan.



