Rabu, April 1, 2026

Vatikan Tegaskan Pengakuan Permanen untuk Ordinariat Anglikan dalam Persekutuan dengan Gereja Katolik

VATIKAN, Pena Katolik – Takhta Suci Vatikan menegaskan kembali dukungannya terhadap Ordinariat Anglikan. Vatikan mengonfirmasi bahwa komunitas-komunitas ini memiliki tempat yang permanen dan berharga di dalam struktur Gereja Katolik.

Keputusan resmi ini terjadi ketika Dikasteri Ajaran Iman menerbitkan dokumen penting berjudul “Karakteristik Warisan Anglikan sebagaimana Dihidupi dalam Ordinariat yang Didirikan Berdasarkan Konstitusi Apostolik Anglicanorum Coetibus” pada 24 Maret 2026.

Dokumen ini merupakan hasil dari pertemuan yang berlangsung pada 1–3 Maret 2026 di Roma. Dalam pertemuan tersebut, Kardinal Víctor Manuel Fernández (Prefek Dikasteri Ajaran Iman) mengundang para uskup ordinariat untuk merefleksikan integrasi warisan spiritual dan liturgi Anglikan mereka. Pada kesempatan itu, para uskup yang hadir antara lain Uskup Steven J. Lopes (Ordinariat Personal Takhta Santo Petrus, Amerika Serikat dan Kanada); Uskup David Waller (Ordinariat Personal Bunda Maria dari Walsingham, Inggris); Uskup Anthony Randazzo (Ordinariat Personal Bunda Maria dari Salib Selatan, Australia dan sekitarnya).

Warisan Anglikan

Ordinariat Anglikan adalah struktur kanonik dalam Gereja Katolik yang didirikan untuk memungkinkan mantan umat Anglikan dan Metodis untuk dapat bergabung dalam Persekutuan dengan Gereja Katolik, sambil tetap melestarikan unsur-unsur warisan liturgi dan spiritual mereka dari Gereja sebelumnya.

Ordinariat ini didirikan sesuai dengan konstitusi apostolik Anglicanorum Coetibus yang terbit pada masa Paus Benediktus XVII pada tanggal 4 November 2009. Ordinariat secara hukum setara dengan keuskupan, “gereja particular” di mana dan dari mana terdapat Gereja Katolik yang satu. Ordinariat ini dapat didirikan di wilayah yang sama dengan keuskupan lain.

Dokumen tersebut menyoroti beberapa poin kunci yang menjadi kekhasan ordinariat dalam kekayaan Gereja Katolik. Adanya partisipasi aktif dari kaum awam dan klerus dalam tata kelola gereja. Fokus besar pada keindahan dalam ibadah, musik, dan seni sebagai sarana evangelisasi. Budaya pastoral yang menghubungkan ibadah ilahi dengan kehidupan sehari-hari, mengikuti ritme spiritual Inggris yang hampir menyerupai tradisi monastik. Penjangkauan langsung kepada mereka yang membutuhkan disebut sebagai elemen penentu dari warisan ini. Penekanan kuat pada keluarga sebagai tempat pertama di mana iman dipelajari dan dihidupi.

Meskipun terpisah jarak geografis yang jauh, para uskup mencatat bahwa ketiga ordinariat ini berbagi “identitas inti” yang memberikan kontribusi unik pada kekayaan sifat Gereja yang “Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.”

Uskup Lopes yang memimpin ordinariat di wilayah Amerika Utara dengan pusat di Katedral Bunda Maria dari Walsingham, Houston, menyambut baik dokumen ini sebagai bentuk dorongan yang signifikan. Dalam pesannya kepada umat, ia menyatakan bahwa identitas ordinariat muncul dari kesetiaan pada misi dan warisan ini. Ia menekankan bahwa keragaman tersebut tidak mengurangi persekutuan Gereja, melainkan justru memperkuatnya.

“Sebelum publikasi dokumen ini, Anda harus mencari deskripsi warisan kita dari dokumen hukum. Sekarang Takhta Suci menawarkan refleksi yang jauh lebih organik, dan menyatakan dengan jelas bahwa ordinariat memiliki masa depan yang panjang dan cerah.”

Akar Ordinariat

Akar dari Ordinariat Anglikan bermula pada tahun 1980 melalui Ketentuan Pastoral (Pastoral Provision) oleh St. Yohanes Paulus II. Langkah ini diperluas secara signifikan pada tahun 2009 oleh Paus Benediktus XVI melalui Konstitusi Apostolik Anglicanorum Coetibus. Kebijakan ini membentuk ordinariat personal sebagai struktur permanen yang bersifat non-teritorial—mirip dengan keuskupan tetapi ditentukan oleh latar belakang komunitasnya, bukan batas wilayah yang ketat.

Saat ini, terdapat tiga Ordinariat Anglikan utama di dunia: Ordinariat Takhta Santo Petrus yang Mencakup Amerika Serikat dan Kanada; Ordinariat Bunda Maria dari Walsingham yang Berpusat di London dan mencakup Inggris, Skotlandia, dan Wales; serta Ordinariat Bunda Maria dari Salib Selatan yang mencakup Australia, Selandia Baru, Jepang, Guam, dan Filipina.

Penting untuk dicatat bahwa setiap umat Katolik dapat menghadiri liturgi dan kegiatan ordinariat, sebagaimana anggota ordinariat juga dapat mengikuti liturgi di paroki Katolik Roma mana pun.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini