Kamis, Maret 12, 2026

Safari Ramadan ala Sekretaris Komisi HAK KWI di Bali dan Sumba Timur

DENPASAR, Pena Katolik – Bulan ramadan merupakan momen yang sangat baik untuk melakukan berbagai hal positif, salah satunya Safari Ramadan untuk memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan berbagi melalui sedekah atau buka puasa bersama. Tak terkecuali bagi Romo Aloys Budi Purnomo (Sekretaris Komisi Huhungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia/Kom-HAK KWI). Di pekan kedua Ramadan 2026, Romo Budi –demikian ia akrab disapa– melakukan safari Ramadan di Indonesia Tengah. Safari Ramadan dilaksanakan di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) di dua tempat.

Pertama, Romo Budi menghadiri Buka Bersama di Pengadilan Agama Kemenag Waingapu, Rabu (4/3/2026). Ia hadir bersama RD Jack, Ketua Kom-HAK Keuskupan Weetebula. Kedua, Romo Budi meneguhkan Buka Bersama di Aula Bintang Kejora Paroki Maria, Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kambajawa, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis malam (5/3/2026).

“Buka bersama di Aula Gereja Paroki MBSM berlamgsung istimewa. Suasana akrab, hangat penuh persaudaraan tercipta. Ratusan orang dari berbagai latar belakang agama berkumpul untuk buka puasa antaragama, sebuah momen yang menyatukan umat Muslim dan Katolik dalam semangat kebersamaan,” ujar Romo Budi.

Selain Romo Budi, acara Buka Bersama di MBSM dihadiri beberapa tokoh agama, termasuk Pastor Paroki MBSM, RD Yakobus Lodo Mema, yang juga dikenal sebagai Pastor Jack; dan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail.

Manusia pada dasarnya bersaudara
Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Pastor Jack, mengatakan acara tersebut muncul dari kesadaran sederhana bahwa manusia pada dasarnya adalah saudara dan saudari. Menurutnya, kebersamaan antaragama ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat. “Acara kedekatan ini seperti menemukan mutiara atau emas di tengah kekeringan,” kata Pastor Jack.

Ia menekankan bahwa ajaran kasih dalam iman Kristen tidak terbatas pada sesama umat Katolik, tetapi berlaku untuk semua manusia. “Ajaran Yesus adalah kasih. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, bukan hanya umat Katolik, tetapi semua orang,” katanya.

Wakil Ketua MUI Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail, memuji kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut muncul dari inisiatif bersama antara pemimpin Muslim dan Katolik di Waingapu. “Kami mencoba menciptakan kegiatan untuk menyatukan masyarakat dalam persaudaraan,” kata Ilyas.

Sementara itu, Romo Aloys Budi Purnomo, menganggap kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kerukunan antaragama di Indonesia. “Apa yang dilakukan di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong adalah praktik terbaik yang dapat kita bagikan, menunjukkan bahwa persaudaraan sejati dapat terwujud,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Budi memainkan musik instrumental Sholawat Badar selama acara buka puasa bersama. Ia juga membawakan lagu “Indonesia Pusaka,” yang diikuti lantunan suara para hadirin.

Dari Waingapu Romo Budi terbang ke Lombok, Mataram lalu ke Gianyar Bali, Senin (9/4/2026). Di Gereja St Maria Ratu Rosario juga diselenggarakan Buka Bersama oleh RD D I Gusti Bagus Kusumawanta bersinergi dengan FKUB dan Kemenag Gianyar.

Di tengah mayoritas Umat Hindu di Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata, dilaksanakan praksis terbaik interreligius yang penuh harmoni. Praksis tersebut adalah dilaksanakannya buka bersama oleh Gereja Katolik, yakni Paroki St Maria Ratu Rosario di Kabupaten Gianyar, Keuskupan Denpasar. Pemrakarsa acara ini adalah Romo Dr Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, seorang imam Diosesan Keuskupan Denpasar yang bertugas sebagai Pastor Paroki Gianyar.

Acara buka bersama digelar pada Senin (9/3/2026) di ruangan Gereja lama yang disulap menjadi ruang pertemuan model round-table. Masing-masing round-table disediakan 6 kursi dan diduduki oleh para peserta dari berbagai agama, Katolik, Protestan, Hindu, Islam, Buddha, dan Konghucu.

Suasana penuh keakraban dan persaudaraan tercipta sebagai ekspresi nyata kerukunan dan perdamaian. Pastor Paroki, Romo Kusumawanta menyatakan bahwa acara seperti ini sudah dilaksanakan setiap tahun dalam sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar. Kali ini, Buka Bersama juga bersinergi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Kabupaten Gianyar.

Dalam sambutannya, Romo Budi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peristiwa ini sebagai bagian dari membangun jembatan persaudaraan sejati tanpa diskriminasi.

“Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk bersaksi tentang pentingnya perdamaian dan kerukunan di tengah dunia yang ditandai peperangan dan konflik. Semoga para pemimpin yang terlibat konflik dan perang segera menghentikannya dan terciptalah perdamaian bagi dunia,” ujar Romo Budi disambut tepuk tangan para hadirin. (*)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini