Rabu, Mei 6, 2026

Rusia Membebaskan Tahanan Setelah Mediasi dengan Vatikan

KYIV, Pena Katolik – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sepuluh warga sipil Ukraina yang ditahan selama bertahun-tahun oleh Rusia tiba di Kyiv pada hari Sabtu, 29 Juni 2024, setelah mediasi Vatikan.

Sepuluh tahanan yang tampak kelelahan tiba di Kyiv setelah Vatikan memediasi. Mereka telah menantikan momen ini selama bertahun-tahun, berharap dan mungkin berdoa agar dunia tidak melupakan mereka.

Di antara mereka yang dibebaskan adalah Nariman Dzhelyal, wakil ketua Mejlis, sebuah badan perwakilan Tatar Krimea yang dipindahkan ke Kyiv setelah Rusia merebut semenanjung itu pada tahun 2014.

Dia ditangkap di Krimea, tempat dia tinggal meskipun ada aneksasi, satu tahun sebelum perang.

Selanjutnya ada Pastor Heleta yang ditangkap pada tahun 2022 di gerejanya di kota Berdiansk yang diduduki di wilayah tenggara Zaporizhzhia. Ia mendesak dunia untuk tidak melupakan mereka yang tertinggal.

“Orang-orang kita banyak. Dan anak-anak perempuan dan perempuan ada di sana. Mereka membutuhkan bantuan nyata. Mereka menunggu bantuan ini. Saya juga meminta dunia untuk bereaksi lebih keras lagi,” kata Pastor Heleta.

Paus Fransiskus, dalam pidatonya pada hari Sabtu, 29 Juni 2024, menyerukan pembebasan semua tahanan perang dan berterima kasih kepada Tuhan atas pembebasan kedua imam tersebut.

Presiden Zelenskyy mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia berterima kasih kepada semua orang yang membantu. Ia berterima kasih atas usaha Tahta Suci dalam membawa pulang orang-orang ini.

Markas Besar Koordinasi Ukraina untuk Perlakuan terhadap Tawanan Perang mengatakan 3.310 warga Ukraina telah dibebaskan dari tawanan Rusia sejak invasi besar-besaran Rusia.

Mereka juga termasuk 90 tahanan perang yang dibebaskan. Uni Emirat Arab menjadi perantara pertukaran 180 tawanan perang tersebut.

Namun masih banyak tahanan yang berada di balik jeruji besi. Zelenskyy mengatakan, ia masih berharap semua tahanan dapat ditukar, karena perang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II sudah memasuki tahun ketiga.

Paus Fransiskus mengajak semua yang hadir untuk berdoa, agar semua tahanan kembali ke rumah.

“Mari kita memikirkan semua orang yang terluka atau terancam oleh pertempuran tersebut,” kata Paus Fransiskus. (AES)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini