Rabu, Mei 6, 2026

Mgr. Maksimus Regus Segera Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Sosiologi Agama

RUTENG, Pena Katolik – Kabar membanggakan menyelimuti Gereja Katolik Indonesia, khususnya di tanah Flores. Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si., akan segera mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan akademiknya. Ia akan dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Ilmu Sosiologi Agama dan Multikulturalisme di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.

Seremoni pengukuhan gelar akademik tertinggi ini rencananya akan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di kampus Unika St. Paulus Ruteng. Pencapaian ini kian istimewa mengingat Mgr. Maksimus, yang saat ini berusia 52 tahun, meraih gelar tersebut di usia yang tergolong muda bagi seorang akademisi.

Dengan pengukuhan ini, daftar pimpinan Gereja Katolik di Indonesia yang menyandang gelar profesor kian bertambah. Sebelum Mgr. Maksimus, sebelumnya sudah ada tiga uskup yang bergelar profesor di Indonesia, mereka adalah Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta), Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M. (Uskup Pangkalpinang), dan Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. (Uskup Malang).

Meski telah mengemban tugas pastoral yang berat sebagai uskup pertama di keuskupan termuda Indonesia, Keuskupan Labuan Bajo, sejak November 2024, Mgr. Maksimus tidak meninggalkan dedikasinya di dunia pendidikan. Sebelum ditunjuk oleh Takhta Suci, ia merupakan Rektor Unika St. Paulus Ruteng dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (2019–2023).

Perjalanan intelektual Mgr. Maksimus bermula dari Seminari Pius XII Kisol hingga studi filsafat di STFK Ledalero. Ia melanjutkan studi Magister Sosiologi Pembangunan di Universitas Indonesia (UI). Ia lalu merambah kancah internasional dengan melakukan riset di Erasmus University Rotterdam dan meraih gelar doktor dari Tilburg University, Belanda, dengan fokus disertasi pada budaya hak asasi manusia di Indonesia.

Pengukuhan ini menjadi simbol kuat bahwa peran seorang pemimpin Gereja di masa kini melampaui altar. Kehadiran Mgr. Maksimus sebagai Guru Besar Sosiologi Agama menjadi bukti kontribusi nyata Gereja dalam memberikan sumbangsih intelektual bagi keragaman dan tantangan sosial multikultural di Indonesia.

Bagi umat di Labuan Bajo dan masyarakat NTT, pencapaian ini adalah kado indah yang menegaskan bahwa sang gembala mereka adalah seorang pemikir ulung yang terus merawat iman sekaligus ilmu pengetahuan.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini