Paus Leo XIV: Saya Tidak Panik Berhadapan dengan Bahaya AI

ROMA, Pena Katolik— Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam kondisi panik terkait prediksi suram ancaman kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap kelangsungan hidup manusia. Kendati demikian, Bapa Suci mengingatkan agar dunia tidak meremehkan peringatan dan risiko keselamatan yang disampaikan para ahli teknologi.

“Jika seseorang bertanya apakah saya sedang panik, tidak, saya tidak panik, saya bisa tidur nyenyak di malam hari. Namun, saya pikir kekhawatiran yang disampaikan oleh banyak ahli AI harus ditanggapi dengan serius,” ujar Paus di hadapan para jurnalis.

Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam konferensi pers berdurasi 23 menit di atas pesawat kepausan dalam perjalanan kembali ke Roma usai menyelesaikan kunjungan apostolik empat hari di Prancis, Senin 28 September 2026.

“Saya tidak menganggap hal itu sebagai berita bohong (fake news), sebagaimana dikatakan sebagian orang untuk meraih keuntungan finansial atau jenis keuntungan lainnya,” tambah Bapa Suci.

Paus menjelaskan bahwa Vatikan telah membentuk komisi khusus AI guna mengoordinasikan pemanfaatan teknologi secara internal. Komisi ini sekaligus terus mendorong dialog dan studi berkelanjutan, agar perkembangan AI tidak berujung pada ancaman eksistensial bagi umat manusia.

“Kita harus terus bekerja. Kita tidak bisa hanya duduk diam dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.

Akhir Hayat

Selain isu perkembangan AI—yang sebelumnya juga menjadi fokus ensikliknya Magnifica Humanitas—Paus Leo XIV turut menjawab pertanyaan seputar masalah akhir hayat (end-of-life) serta penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan Gereja.

Komentar Paus menanggapi kritik bahwa pernyataannya mengenai penolakan eutanasia dan bunuh diri medis di Prancis. Paus menegaskan bahwa Gereja melainkan menerapkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan nyata. Ia menolak tegas anggapan bahwa Gereja sedang berpolitik.

“Saya tidak melampaui batas, kami tidak masuk ke dalam politik; kami menerapkan Injil pada kehidupan manusia. Perlindungan terhadap kehidupan adalah sesuatu yang diajarkan dan diyakini secara sangat mendalam oleh Gereja,” ungkap Bapa Suci.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini