Home BERITA TERKINI Catatan Paus Fransiskus: Bahaya Klerikalisme yang Merusak Gereja

Catatan Paus Fransiskus: Bahaya Klerikalisme yang Merusak Gereja

0

JAKARTA, Pena katolik – Di antara berbagai tantangan internal yang dihadapi Gereja Katolik saat ini, Paus Fransiskus secara konsisten menyoroti satu bahaya utama yang dinilainya amat merusak: klerikalisme.

Secara mendasar, klerikalisme adalah bentuk penghormatan dan kepatuhan yang berlebihan serta tidak proporsional terhadap para klerus (rohaniwan) semata-mata karena jabatan gerejani mereka. Dalam budaya klerikalis, para imam atau uskup ditempatkan pada posisi yang jauh di atas umat, seolah tak tersentuh. Kondisi ini kemudian direspon oleh kaum awam dengan sikap patuh yang kekanak-kanakan dan rasa hormat yang semu.

Paus Fransiskus menegaskan bahwa klerikalisme merupakan “dosa” yang dapat menjangkiti kedua belah pihak. Bagi seorang klerus, klerikalisme terjadi ketika mereka menuntut perlakuan sebagai “pihak yang lebih unggul”, “merasa serba tahu”, dan “menutup diri dari umat”.

Sementara bagi awam, ini terjadi ketika mereka bersikap pasif, menyerahkan seluruh urusan Gereja kepada imam, “Biarlah Pastor yang mengerjakan semuanya”. Awam lepas tangan dari tanggung jawab panggilan pembaptisan mereka sendiri.

Paus Fransiskus menyebut klerikalisme sebagai sebuah “penyimpangan” dalam Gereja. Berikut adalah 5 catatan penting dari Bapa Suci yang memperingatkan Gereja akan bahaya klerikalisme:

1. Klerikalisme Menjauhkan Imamat dari Umat yang Menderita

“Ada semangat klerikalisme dalam Gereja yang kita rasakan: klerus merasa lebih unggul; klerus menjauhkan diri dari rakyat. Klerus selalu berkata: ‘Ini harus dilakukan seperti ini, seperti ini, dan seperti ini, sedangkan kamu—pergilah!’ Hal itu terjadi ketika klerus tidak memiliki waktu untuk mendengarkan mereka yang menderita, yang miskin, yang sakit, dan yang dipenjara.

Bahaya klerikalisme adalah hal yang sangat mengerikan; ini adalah bentuk baru dari kejahatan kuno [ketika ‘otoritas’ agama bertindak sewenang-wenang atas orang lain]. Namun korbannya tetap sama: rakyat kecil dan rendah hati yang menantikan Tuhan.” (Khotbah Misa di Casa Santa Marta, 13 Desember 2016)

2. Klerikalisme Membungkum Suara dan Peran Awam

“Kesadaran jernih akan tanggung jawab kaum awam yang berakar pada Pembaptisan dan Penguatan tidak muncul secara merata di semua tempat. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena kaum awam tidak diberikan pembinaan yang memadai untuk mengambil tanggung jawab penting. Di kasus lain, hal itu terjadi karena di Gereja lokal mereka tidak diberi ruang untuk berbicara dan bertindak, akibat klerikalisme berlebihan yang menjauhkan mereka dari proses pengambilan keputusan.” (Himbauan Apostolik Evangelii Gaudium)

3. Klerikalisme Memenjarakan Kristus di Dalam Dinding Formalitas

“Saya sering membayangkan Yesus sedang mengetuk pintu, tetapi dari dalam—karena kita tidak membiarkan-Nya keluar! Sering kali, tanpa kesaksian hidup, kita memenjarakan Yesus dalam formalitas kita, sikap tertutup kita, egoisme kita, dan gaya hidup klerikalis kita.

Klerikalisme—yang tidak hanya menjangkiti klerus tetapi juga kita semua—adalah sebuah penyimpangan dalam Gereja. Yesus mengajarkan kita jalan untuk keluar dari diri sendiri, jalan kesaksian. Dan inilah skandalnya: karena kita berdosa, kita tidak keluar dari diri kita sendiri untuk memberikan kesaksian.” (Pertemuan dengan Orang Muda Italia, 11 Agustus 2018)

4. Kaum Awam Bukanlah “Pekerja Suruhan” Para Imam

“Kurangnya kesadaran bahwa kita adalah pelayan—bukan majikan—dari Umat Allah yang setia dapat mengarahkan kita pada salah satu godaan yang paling merusak Misi Gereja: klerikalisme, yang berujung pada karikatur dari panggilan yang kita terima. Ketidakpahaman bahwa Misi adalah milik seluruh Gereja—bukan milik individu imam atau uskup—membatasi cakrawala dan memadamkan berbagai inisiatif yang ditiupkan Roh Kudus.

Kaum awam bukanlah pekerja suruhan atau pegawai kita. Mereka tidak harus mengekor dan mengulangi semua perkataan kita. Klerikalisme melupakan bahwa visibilitas dan sakramentalitas Gereja adalah milik seluruh Umat Allah yang setia, bukan hanya milik sedikit orang yang terpilih dan teriluminasi.” (Pertemuan dengan Para Uskup Cili, 16 Januari 2018)

5. Klerikalisme Merendahkan Peran Perempuan dalam Gereja

“Jika kita mengharapkan babak baru yang hidup bagi iman di benua [Amerika Latin] ini, kita tidak akan mencapainya tanpa peran perempuan. Jangan sampai mereka direduksi hanya menjadi pelayan dari klerikalisme kita yang sudah mengakar. Perempuan berada di garis depan Gereja Amerika Latin… Sangat mendesak untuk mengatasi klerikalisme yang memperlakukan kaum awam (Christifideles laici) seperti anak-anak dan memiskinan identitas dari pelayan yang ditahbiskan itu sendiri.” (Pertemuan dengan Pengurus CELAM di Kolombia (7 September 2017)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Live RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifLive RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifKolaborasi AI dan Data RTP PG Soft Dinilai Mendorong Transparansi Baru dalam Ekosistem Gaming DigitalTeknologi Terbaru di Mahjong Ways 2 Mengubah Tempo, Visual, dan Respons Permainan secara MenyeluruhMengupas Data Mahjong Ways dan Ways 3 untuk Menemukan Perbedaan Karakter di Balik Sistem PermainannyaBlack Scatter dengan RTP Stabil Jadi Perhatian, Inilah Cara Membaca Polanya secara Lebih RasionalMengamati Scatter Mahjong Ways 1 dalam 1.000 Putaran, Sejumlah Pola Menarik Mulai TerlihatSweet Bonanza Kembali Populer Berkat Perpaduan Visual dan Animasi IkonikTransformasi Baccarat Digital dari Permainan Klasik Menuju Format yang Lebih ModernMahjong Ways dan Sweet Bonanza Mengisi Tren Gaming Terbaru, Apa Daya TariknyaSweet Bonanza vs Mahjong Ways, Menelusuri Perbedaan Desain dan Kekuatan TemanyaBagaimana Media Sosial Bisa Membuat Sebuah Game Mendadak Ramai DibicarakanKonten Game Berdurasi Pendek Kini Mendominasi Media Sosial, Apa PenyebabnyaKomunitas Gamer Mulai Beralih ke Acara Online yang Lebih Interaktif dan SeruPanduan Menyiapkan Malam Bermain Bersama agar Lebih Seru, Nyaman, dan TeraturLima Kesalahan Umum yang Bisa Mengganggu Keharmonisan Komunitas Game OnlineRekomendasi Format Turnamen Online yang Cocok untuk Komunitas Gamer LokalGates of Olympus dan Rahasia Tempo Putaran, Mengapa Kecepatan serta Ketepatan Waktu Sama PentingnyaMenjelang Hari Kemerdekaan, Mahjong Ways 2 Menghadirkan Nuansa Nusantara yang Lebih SemarakMengenal Teknik Kalibrasi Volatilitas melalui Interval dan Pembacaan Data Visual yang Lebih PresisiIstilah Parlay RTP Kerap Disalahpahami, Begini Peran Statistik dalam Membaca Peluang secara ObjektifModel Saintifik untuk Menjaga Konsistensi ketika Sistem Memasuki Titik Transisi yang Sulit Diprediksi
Exit mobile version