BEKASI, Pena Katolik – Penantian panjang selama hampir 30 tahun bagi umat Katolik TNI-Polri di Jatisari, Kota Bekasi, akhirnya terwujud. Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), Kardinal Ignatius Suharyo, memimpin Misa Kudus serta peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Ignatius Jatisari pada Rabu (15/7/2026).
Misa yang berlangsung khidmat bertepatan dengan peringatan Santo Bonaventura ini dihadiri ratusan umat Katolik TNI, Polri, dan Paroki Kampung Sawah. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, pemberkatan batu penjuru, serta penanaman pohon sawo kecik oleh Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Suparman Sirait dan tokoh lintas agama sebagai simbol persaudaraan.
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menekankan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan peletakan fondasi iman. Beliau mengingatkan bahwa tujuan utama mendirikan gereja adalah membentuk umat yang semakin rendah hati dan mengasihi sesama.
“Tujuan akhirnya bukan gedungnya, tetapi agar melalui ibadah kita menjadi pribadi yang semakin rendah hati, semakin mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Yesus Kristus,” tegas Kardinal Suharyo.
Ketua Panitia Pembangunan, Marsda TNI (Purn.) Benedictus Wijanarko, mengungkapkan rasa harunya. Pembangunan ini menjadi jawaban mendesak atas lonjakan umat dari 100 orang pada 1999 menjadi 1.826 orang saat ini. Setelah diproses sejak 1996, seluruh perizinan resmi termasuk dari SK Wali Kota Bekasi akhirnya tuntas pada 6 Juli 2026.
Dirjen Bimas Katolik dan Wali Kota Bekasi turut berharap gereja ini kelak menjadi pusat pembinaan karakter, moderasi beragama, serta simbol kerukunan bangsa. Gereja ini diharapkan menjadi rumah rohani yang kokoh bagi umat Katolik TNI, Polri, dan masyarakat sekitar.



