St. Bonaventura: Menemukan Makna Setelah Sembuh dari Sakit Parah

PADUA, Pena katolik – Santo Bonaventura merupakan orang kudus Fransiskan yang termasuk paling terkenal, selain Santo Fransiskus Asisi yang lebih terkenal, dan Santo Antonius Padua. Namun, bagaimana ia memperoleh Namanya, Adalah cerita unik dan sarat refleksi iman.

Menurut berbagai legenda, Santo Bonaventura mendapatkan namanya dari sebuah kejadian yang menyelamatkan nyawanya saat masih bayi. Ia lahir dengan nama Giovanni di Fidanza pada 1221 beberapa tahun sebelum kematian Santo Fransiskus pada tahun 1226. Saat masih bayi, hampir kehilangan nyawanya karena sakit, hanya beberapa saat setelah ia lahir.

Keberuntungan

Ketika ia jatuh sakit ini, bahkan ayahnya yang seorang dokter, sudah kehilangan harapan untuk menyelamatkannya dari kematian. Tak rela kehilangan anaknya, ibunya lalu membawa bayi itu untuk meminta bantuan kepada Santo Fransiskus dari Assisi.

Penyembuhan ajaib pun terjadi, ketika St. Fransiskus inilah yang menyebabkan namanya. Santo Fransiskus kemudian menggendong anak itu. Pendiri Fransiskan ini lalu mengangkat matanya ke Surga, dan berdoa untuk kesembuhan bayi di hadapannya.

Ketika Santo Fransiskus mengembalikan anak itu kepada ibunya, ia berkata dengan lantang, “Bouna Ventura, Bouna Ventua, ‘Oh, keberuntungan! Oh, keberuntungan!’”

Begitula, nama bayi itu kemudian menjadi Bonaventura. Bayi itu pun sembuh setelah perjumpaan dengan St. Fransiskus. Kemudian, pada masa remaja, Bonaventura bertemu dengan para Biarawan Fransiskan. Di sinilah, ia terinspirasi untuk bergabung dengan mereka, menjadi biarawan Fransiskan.

Pada salah satu babak, St. Bonaventura menceritakan kisah ini. Ia merefleksikan pengalaman ini sebagai wujud kasih Allah yang tidak berhenti memuliakan hamba-Nya dengan mukjizat yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan di berbagai belahan dunia.

“Seperti yang dapat saya ceritakan sendiri dari pengalaman pribadi. Karena ketika saya terbaring sakit parah saat masih kecil, saya diselamatkan dari cengkeraman maut, dan dipulihkan ke kehidupan yang sehat berkat nazar yang dibuat ibu saya kepada Bapa Fransiskus yang Terberkati,” kata St. Bonaventura suatu kali.

Pemikir Besar

Dalam jajaran para kudus dan pemikir besar Gereja Katolik, nama Santo Bonaventura menempati posisi yang amat luhur. St. Bonaventura mendedikasikan seluruh hidupnya bagi Tuhan ini dikenal sebagai seorang uskup Fransiskan, kardinal, teolog skolastik, sekaligus filsuf ulung yang pemikirannya terus melintasi zaman.

St. Bonaventura memegang peran krusial dalam sejarah Ordo Fransiskan. Ia terpilih sebagai Pemimpin Umum ketujuh bagi Ordo Saudara Dina (Ordo Fratrum Minorum/OFM).

Kepemimpinannya yang bijaksana di tengah masa-masa formatif ordo membuatnya sering kali dijuluki sebagai “pendiri kedua” Fransiskan. Selain memimpin ordonya, ia juga mengemban tugas pastoral yang besar ketika ditunjuk untuk melayani sebagai Uskup Albano.

Dedikasi spiritual dan intelektual Bonaventura yang luar biasa meninggalkan warisan teologis yang begitu mendalam bagi Gereja. Paus Sixtus V, pada tahun 1588, menggelarinya sebagai Doktor Gereja dengan julukan terhormat: “Doktor Serafik”.

Latar belakang pemikir inilah yang melatari keterlibatannya dalam Konsili Lyons II pada 1974. Konsili ini menghasilkan salah satu Keputusan penting tentang mekanisme Konklaf dan kebijakan Gereja dalam Perang Salib.

Namun, pada saat berlangsungnya Konsili Lyons II ini juga, ia mengakhiri Sejarah hidupnya. Ia wafat di tengah-tengah konsili pada 15 Juli 1974. Misa pemakamanya dipimpin Paus Gregorius X. Pada Misa ini, khotbah dibawakan Kardinal Pierre de Tarentaise OP, yang kemudian terpilih menjadi paus sepeninggal Paus Gregorius X sebulan kemudian.

Ia dikanonisasi pada masa Paus Sixtus IV  di Roma pada 14 April 1482. Keteladanan hidupnya diperingati Gereja setiap 14 July (1568-1969), lalu kemudian pada 15 Juli (1969-sekarang).

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini