Kisah Para Biarawan Augustinian Menyelamatkan Ikon Bunda Maria Penolong Abadi saat Invasi Napoleon

ROMA, Pena Katolik – Salah satu ikon yang paling dikenal dan dicintai dalam Gereja Barat adalah ikon Bunda Maria Penolong Abadi. Gambar suci ini menghiasi banyak gereja Katolik Ritus Romawi, dan tak terhitung jumlah umat yang menaruh devosi mendalam pada ikon yang dikenal “penuh mukjizat” ini.

Namun, di balik keindahannya, ikon ini menyimpan sejarah yang luar biasa. Sebuah kisah penyelamatan dari kehancuran yang dimotori oleh sekelompok biarawan dari Ordo Augustinian—ordo religius yang sama dengan Paus Leo XIV.

Meskipun saat ini gereja tempat ikon tersebut disemayamkan dikelola oleh para pastor Redemptoris (CSsR), selama berabad-abad sebelumnya, gambar suci ini dijaga dengan setia oleh para biarawan Augustinian.

Dari Puing Kehancuran

Tragedi menimpa Kota Abadi pada tahun 1812 ketika Napoleon Bonaparte menginvasi Roma. Pasukan Prancis menghancurkan Chiesa di San Matteo (Gereja Santo Matius) yang terletak di antara Basilika Santa Maria Maggiore dan Basilika Santo Yohanes Lateran. Gereja tersebut merupakan milik Ordo Augustinian, tempat ikon Bunda Maria Penolong Abadi telah dihormati oleh umat selama kurang lebih 300 tahun.

Demi mencegah ikon tersebut hancur atau dijarah di tengah kekacauan perang, beberapa biarawan Augustinian nekat mengambil tindakan berani. Mereka menyelundupkan ikon tersebut keluar dari gereja dan menyembunyikannya.

Sebuah catatan sejarah dari Pastor Michael Marchi, yang dimuat dalam buku Life of St. Alphonsus Ligouri, menceritakan kembali peristiwa tersebut:

“Antara tahun 1840 dan 1853… saya sering mengunjungi seorang bruder tua bernama Austin Orsetti di biara Augustinian Santa Maria di Posterula. Ia bercerita bahwa ketika Gereja Santo Matius dihancurkan, para biarawan Augustinian membawa serta ikon Bunda Maria Penolong Abadi untuk menyelamatkannya dari penistaan. Tanpa diketahui siapa pun, mereka menempatkannya di ruang doa (oratorium) pribadi biara mereka,” tulis Pastor Michael Marchi.

Setelah semua pastor Augustinian generasi tua wafat, Bruder Orsetti menjadi satu-satunya saksi hidup yang tersisa dari masa lalu. Sering kali, ia menunjukkan ikon Bunda Maria tersebut kepada Pastor Michael Marchi sambil berkata, “Jangan pernah lupa, Michael, ikon Bunda Maria yang ajaib dari Santo Matius ini. Ingatlah bahwa ia ada di sini, di kapel ini.”

Kembali ke Tempat yang Diberkati

Misteri keberadaan ikon ajaib ini akhirnya terkuak dan dilaporkan kepada Paus Pius IX. Mendengar kisah tersebut, Bapa Suci kemudian memerintahkan agar ikon tersebut ditempatkan di gereja milik para pastor Redemptoris.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Gereja para Redemptoris adalah satu-satunya gereja yang tersisa di wilayah antara Basilika Santa Maria Maggiore dan Basilika Santo Yohanes Lateran—lokasi spesifik yang konon dikehendaki oleh Perawan Maria Sendiri.

Pada tahun 1866, ikon Bunda Maria Penolong Abadi akhirnya kembali dipamerkan untuk penghormatan publik. Sejak saat itu hingga hari ini, ikon tersebut tetap berada dalam penjagaan dan perawatan penuh kasih dari para pastor Redemptoris.

Semua keindahan devosi yang kita kenal hari ini tidak akan pernah ada tanpa keberanian segelintir biarawan Augustinian, yang bertaruh nyawa menyelamatkan sang ikon suci dari puing-puing kehancuran masa lalu.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini