Paus Peringatkan Rencana Penahbisan Uskup SSPX Berisiko Memperdalam Skisma

CASTEL GANDOLFO, Pena Katolik – Paus Leo XIV memberikan peringatan keras bahwa rencana penahbisan uskup oleh Serikat Santo Pius X (SSPX) dapat mendorong kelompok tradisionalis tersebut ke dalam jurang skisma yang semakin dalam. Paus mendorong untuk menghentikan rencana tahbisan itu dan tetap berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik. Pernyataan ini disampaikan Paus saat menjawab pertanyaan para jurnalis di luar Villa Barberini di Castel Gandolfo pada Selasa, 16 Juni 2026.

“Kami telah mengundang mereka, dan saya masih mempertimbangkan untuk menyampaikan pendekatan lain, untuk mengatakan: ‘Jangan lakukan ini. Mari kita berusaha untuk hidup dalam persekutuan di Gereja.’ Tetapi itu adalah pilihan mereka. Mereka harus memahami apa arti hal ini bagi mereka dan bagi Gereja,” ujar Paus.

Sebelumnya, kelompok SSPX mengumumkan rencana mereka untuk menahbiskan empat imam menjadi uskup pada 1 Juli mendatang di seminari mereka yang terletak di Écône, Swiss. Langkah ini diambil tanpa mengantongi izin dari Paus Leo XIV. Peristiwa ini praktis mengulang peristiwa tahun 1988, ketika pendiri SSPX menahbiskan beberapa imam sebagai uskup tanpa restu Vatikan, yang membawa masalah ini pada puncaknya.

Vatikan sendiri telah mengeluarkan teguran resmi pada 13 Mei lalu. Vatikan menegaskan bahwa penahbisan uskup tanpa adanya mandat kepausan merupakan “tindakan skismatik” yang membawa konsekuensi hukuman ekskomunikasi otomatis (latae sententiae).

Akar perselisihan ini bersumber pada pandangan teologis. SSPX dikenal hanya merayakan Misa Latin Tradisional secara eksklusif. Mereka juga menolak beberapa ajaran serta reformasi Konsili Vatikan II, terutama yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan pendekatan Gereja terhadap agama-agama lain. Paus Leo XIV tidak menutupi rasa prihatinnya atas sikap keras kelompok tersebut.

“Tentu saja, perpecahan di antara umat Kristiani selalu merupakan hal yang menyakitkan. Namun, mereka menolak untuk menerima elemen-elemen fundamental tertentu dari Gereja, dimulai dengan berbagai poin dari Konsili Vatikan II. Jika mereka memilih jalan itu, saya merasa sedih. Namun, kita harus tetap bergerak maju,” tegas Paus.

Selain membahas krisis internal dengan SSPX, dalam kesempatan wawancara tersebut Paus Leo XIV juga menjawab berbagai isu global lainnya. Di antaranya mengenai diplomasi G7, rencana perjalanan apostolik beliau ke Prancis dan Peru di masa mendatang, serta respons umat Kristiani terhadap krisis migrasi global. Terkait migrasi, Paus menyerukan dunia untuk mengakui alasan mendasar mengapa para migran terpaksa meninggalkan negara asal mereka, seperti akibat kekerasan dan berkecamuknya perang.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini