YOGYAKARTA, Pena Katolik — Lebih dari 100 imam dari Kevikepan Yogyakarta Barat, Yogyakarta Timur, komunitas tarekat DIY, hingga kevikepan luar daerah menghadiri kegiatan kolasi di kompleks PT Kanisius Yogyakarta, Senin (1/6/2026). Pertemuan ini digelar khusus untuk memperkaya dan menyegarkan kembali pemahaman para imam mengenai makna Ekaristi sebagai jantung kehidupan Gereja.
Kegiatan dibuka oleh Vikep Yogyakarta Barat, Romo A.R. Yudono Suwondo. Mengutip pesan Paus mengenai liturgi, ia mengingatkan agar umat dan para imam mengalami liturgi secara mendalam sesuai ritus, serta menghormati teks dan tata perayaan misa tanpa mengubahnya secara sepihak.
Kolasi ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, Romo Emanuel Pranawa Dhatu Martasudjita (Guru Besar Fakultas Teologi USD), yang membedah pendalaman biblis, teologis, dan magisterial Ekaristi dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Sementara Romo Joseph Kristanto Suratman (Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Klaten), yang membagikan kisah sukses pelaksanaan Kongres Ekaristi tingkat paroki pada tahun 2025. Kongres tersebut terbukti sukses menggerakkan umat hingga meningkatkan jumlah kehadiran misa harian secara signifikan.
Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Yogyakarta Barat, Pastor Antonius Hendri Atmoko, menegaskan bahwa Ekaristi senantiasa mempersatukan umat sebagai satu tubuh Kristus untuk diutus mewujudnyatakan kasih Allah.
Sebagai tindak lanjut dan selaras dengan kebijakan Uskup Agung Semarang, seluruh paroki se-KAS dijadwalkan akan melaksanakan Adorasi Sakramen Mahakudus serentak pada 6–7 Juni 2026, bersamaan dengan penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak.



