BARCELONA, Pena Katolik — Sebuah momen bersejarah bagi umat Katolik dunia tercipta di Barcelona, Spanyol, pada Rabu 10 Juni 2026. Paus Leo XIV meresmikan sekaligus memberkati Menara Yesus Kristus di Basilika Sagrada Família. Peresmian menara tertinggi ini bertepatan persis dengan peringatan satu abad wafatnya sang arsitek legendaris, Antoni Gaudí, perancang Sagrada Família.
Puncak menara pusat ini dimahkotai oleh sebuah salib putih besar. Struktur baru tersebut menobatkan Sagrada Família sebagai gereja tertinggi di dunia, yang rencananya akan mulai dibuka untuk kunjungan publik pada tahun 2028.
“Sagrada Família adalah gereja tertinggi di dunia—bukan untuk menonjol dalam peringkat duniawi, melainkan untuk menuntun langkah umat Allah,” tegas Paus Leo XIV dalam khotbahnya.
Makna Rohani
Usai memimpin Perayaan Ekaristi, Bapa Suci melangkah keluar untuk memberkati menara tersebut di tengah kemeriahan kembang api yang membubung ke langit Catalonia. Paus mengingatkan umat bahwa keindahan arsitektur ini sebagai sarana nyata untuk memancarkan kehadiran Tuhan.
Paus Leo XIV juga menyampaikan refleksi teologis yang mendalam mengenai bacaan Injil hari itu. Ia menekankan bahwa Tuhanlah yang selalu menyediakan tempat bagi manusia di dalam hati-Nya.
“Saudara-saudari terkasih, kita tidak bisa percaya kepada Yesus sekaligus mendukung perang. Kita tidak bisa percaya kepada Yesus dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Kita tidak bisa percaya kepada Yesus, namun menelantarkan mereka yang menderita, mereka yang menangis, dan mereka yang melarikan diri dari kesengsaraan.”
Penghormatan untuk Antoni
Sebelum memimpin misa, Paus Leo XIV menyempatkan diri turun ke ruang bawah tanah (crypt) basilika untuk berdoa secara hening dan meletakkan karangan bunga di atas makam Antoni Gaudí. Momen ini sangat emosional dan mencetak sejarah baru, sebab pendahulu beliau—Paus Yohanes Paulus II dan Paus Benediktus XVI—belum pernah mengunjungi makam tersebut dalam kunjungan mereka terdahulu.
Gaudí, yang digelari Venerabilis (Yang Mulia) oleh Paus Fransiskus pada tahun 2025, wafat tepat 100 tahun lalu. Doa khusus Bapa Suci di makamnya diharapkan memberikan dorongan kuat bagi proses beatifikasi sang arsitek saleh ini dapat segera masuk dalam daftar orang kudus (santo) Gereja Katolik.
Sejarah Basilika
Batu pertama Basilika Sagrada Família diletakkan pada tahun 1882. Selama 144 tahun, mahakarya yang kerap disebut sebagai “Alkitab terbuka yang dipahat di atas batu” ini terus bertumbuh bersama kota Barcelona.
Perayaan ini sekaligus menandai akhir dari rangkaian kunjungan Paus Leo XIV di Barcelona sejak Sabtu (6/6). Agenda kepausan berikutnya akan berlanjut pada hari Kamis menuju Kepulauan Kanaria—khususnya Tenerife dan Las Palmas—di mana Bapa Suci dijadwalkan memberikan perhatian khusus terhadap penderitaan para migran yang mempertaruhkan nyawa di jalur Atlantik demi mencari masa depan yang lebih baik.






