ROMA, Pena Katolik – Dalam tradisi Gereja Katolik, setiap bulan sepanjang tahun memiliki tema spiritualitas tersendiri yang berfokus pada berbagai aspek iman Kristiani. Bagi umat Katolik di seluruh dunia, bulan Juni secara khusus dikenal dan dirayakan sebagai Bulan Hati Kudus Yesus.
Penetapan ini bukan tanpa alasan. Tradisi yang terus dirawat hingga saat ini berakar kuat pada sejarah liturgi dan wahyu pribadi yang diterima oleh seorang santa di abad ke-17.
St. Margarita Maria Alacoque
Meskipun devosi ini terasa sangat lekat dengan identitas Katolik saat ini, perayaan resminya baru diakui secara universal oleh Gereja pada abad ke-19. Kisah di balik pemilihan bulan Juni ini bermula ketika Santa Margarita Maria Alacoque menerima penampakan dan wahyu pribadi langsung dari Yesus Kristus. Pada tanggal 16 Juni 1675, Yesus menampakkan diri dan meminta secara khusus agar ada satu hari raya yang didedikasikan untuk menghormati Hati Kudus-Nya:
“Aku meminta kepadamu agar hari Jumat setelah Oktaf Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) dikhususkan sebagai Hari Raya khusus untuk menghormati Hati-Ku. Pada hari itu, sambutlah Komuni Kudus dan lakukanlah silih pemulihan yang khidmat untuk menebus penghinaan yang telah diterima oleh Hati-Ku selama disemayamkan di atas altar.”
Yesus juga menambahkan sebuah janji yang indah: “Aku berjanji bahwa Hati-Ku akan meluaskan diri-Nya untuk mencurahkan pengaruh Kasih Ilahi-Nya secara berlimpah kepada mereka yang menghormati-Nya dan mengusahakan agar Hati-Ku dihormati.”
Paskah, Corpus Christi, dan Bulan Juni
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) sendiri selalu dirayakan setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Karena penanggalannya bergantung pada siklus Hari Raya Paskah, tanggal pastinya selalu berubah-ubah setiap tahun.
Namun, dinamika kalender liturgi ini memastikan bahwa Hari Raya Corpus Christi—dan otomatis Hari Jumat setelahnya (Hari Raya Hati Kudus Yesus)—selalu jatuh di dalam bulan Juni.
Melalui proses yang panjang, Paus Pius IX akhirnya menetapkan Hari Raya Hati Kudus Yesus ke dalam kalender liturgi universal Gereja Katolik pada tahun 1856. Sejak saat itulah, seluruh bulan Juni secara resmi didekasikan sebagai bulan devosi kepada Hati Yesus dan kasih Ilahi-Nya bagi umat manusia.
Tujuan utama dari devosi Hati Kudus Yesus adalah untuk menarik setiap pribadi agar semakin dekat dengan hati Kristus. Kepada St. Margarita Maria, Yesus pernah berkata, “Lihatlah Hati yang begitu mengasihi manusia ini, yang tidak menyayangkan apa pun, bahkan menghabiskan dan menyerahkan diri-Nya demi membuktikan kasih-Nya…”
Bukan Senjata Sosial
Satu hal penting yang perlu direfleksikan oleh umat beriman adalah esensi dari devosi ini. Devosi kepada Hati Kudus Yesus tidak boleh disalahgunakan sebagai “senjata” sosial untuk menghakimi atau melawan dunia sekuler.
Sebaliknya, bulan Juni harus dipandang sebagai sebuah “undangan terbuka” bagi siapa saja untuk datang dan menerima aliran kasih melimpah yang ingin Tuhan curahkan ke dalam hati manusia yang haus akan kedamaian.



