Uskup Edmund Woga Tahbiskan 30 Diakon

KUPANG, Pena Katolik – Suasana khidmat dan penuh ucapan syukur menyelimuti Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael, Penfui Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu, 30 Mei 2026, Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, secara resmi menahbiskan 30 diakon. Para diakon ini berasal dari tiga keuskupan, yaitu Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula.

Usai memimpin misa pentahbisan, Mgr. Edmund Woga, CSsR, menyampaikan bahwa kehadiran 30 diakon baru ini merupakan sebuah rahmat melimpah bagi Gereja Katolik di NTT. Fenomena ini tergolong luar biasa, mengingat banyak belahan dunia lain, termasuk di luar negeri, sedang mengalami krisis atau “kekeringan” panggilan imamat.

“Saya bersama dengan Monsinyur Roni (Mgr. Hironimus Pakaenoni) dan Monsinyur Domi (Mgr. Dominikus Saku) mengucapkan banyak terima kasih untuk kesediaan 30 Diakon baru ini sebagai pelayan tertahbis di dalam Gereja. Setiap tahun kita mendapat sekian banyak panggilan, dan hari ini 30 orang, ini memang luar biasa,” ujar Mgr. Edmund.

Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini merupakan pembalikan sejarah yang patut disyukuri. Jika dahulu Indonesia menerima para misionaris dari Eropa dan Amerika, kini justru Indonesia yang diberkati dengan suburnya panggilan imamat.

Nasihat mendalam juga datang dari Preses Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui Kupang, Romo Theodorus Aloysius Silab. Dalam sambutannya, Romo Theodorus mengingatkan para diakon bahwa tahbisan ini adalah inti panggilan untuk menjadi tanda nyata belas kasih Allah melalui pelayanan sabda, liturgi, dan amal kasih.

Ia secara khusus berpesan agar para diakon baru mampu membangun komunikasi yang sehat dengan umat dan sesama imam, serta menghindari sikap eksklusif.

“Jangan jadi Diakon yang tertutup, gampang tersinggung, atau sulit diajak kerja sama. Jadilah pribadi yang bersaudara dan yang membawa damai,” tegas Romo Theodorus.

Rasa syukur yang mendalam diungkapkan oleh Diakon Febronius Kiik, perwakilan dari Keuskupan Atambua. Ia menegaskan bahwa perjalanan mereka hingga mencapai titik ini tidak lepas dari dukungan besar orang tua, keluarga, sesama frater, para imam, pemerintah, dan seluruh umat Allah.

Mewakili seluruh orang tua dan keluarga, Frederikus Guntus Nana menyampaikan pesan haru melalui RRI. Ia berharap agar para calon imam ini menjalani masa persiapan akhir menuju imamat dengan totalitas yang penuh.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini