ROMA, Pena Katolik – Giovanni Pierluigi da Palestrina (3 Februari 1525 – 2 Februari 1594) adalah seorang komposer music liturgi Italia dari zaman Renaisans akhir. Ia dikenal sebagai alumni Sekolah Roma, bersama Orlande de Lassus dan Tomás Luis de Victoria. Palestrina dianggap sebagai komposer terkemuka di Eropa akhir abad ke-16.
Palestrina adalah salah satu dari sedikit komposer Renaisans yang tidak pernah sepenuhnya dilupakan. Karya musik liturgi ciptaannya dikenal sebagao “gaya Palestrina”. Bagi telinga umat pada zaman ini, karya Palestrina mungkin sulit untuk didengar, umat lebih suka mendengar musik rohani yang ringan, bahkan nge-pop. Namun, karya-karya Palestrina telah menorehkan pengaruh besar dalam perjalanan musik Gereja.
Perjalanan Musik
Lahir di kota Palestrina di Negara Kepausan, Palestrina pindah ke Roma saat masih kecil dan menjalani studi musik di sana. Pada tahun 1551, Paus Julius III menunjuknya sebagai “maestro di cappella”, ‘pemimpin paduan suara’ untuk Cappella Giulia, Padua Suara di Basilika Santo Petrus. Namun, ia meninggalkan jabatan ini empat tahun kemudian, karena tidak dapat melanjutkan sebagai seorang awam di bawah kepausan Paulus IV. Ia lalu memegang posisi serupa di St. John Lateran dan Santa Maria Maggiore pada dekade berikutnya. Palestrina kembali ke Cappella Giulia pada tahun 1571 dan tetap berada di St. Petrus hingga kematiannya pada tahun 1594.
Palestrina terutama dikenal karena misa dan motetnya, yang masing-masing berjumlah lebih dari 105 dan 250. Palestrina memiliki pengaruh yang bertahan lama pada perkembangan musik Gereja dan sekuler di Eropa.
Tak Kenal Menyerah
Palestrina dikenal tidak menyerah untuk mengabdi pada musik Gerejawi. Pada Maret 1561, ia menerima tawaran untuk bergabung menjadi direktur musik di Basilika Santa Maria Maggiore.
Di sini, ia juga melatih paduan suara untuk sebuah seminari di Kota Roma yang baru dibentuk. Dua anaknya, Rodolfo dan Angelo menjadi siswa di sini.
Saat direktur musik di Vatikan Palestrina Animuccia meninggal pada tahun 1571, Palestrina ditawari untuk kembali mengambil pekerjaan yang dulu pernah dijalaninya yaitu sebagai direktur musik untuk Paduan Suara Kapel St Julian.
Dengan jabatan ini, ia berhak mendapat peningkatkan gaji dan kembali bekerja di Basilika St Petrus. Ketika ketenarannya yang semakin meningkat sebagai seorang komposer, gajinya pun dinaikkan sekali lagi. Dan sebagai pengakuan atas posisinya sebagai musisi Romawi, Takhta Suci menganugerahi gelar master musik pada 1578.
Tantangan
Serangkaian epidemi melanda Italia tengah pada akhir 1570an, istri dan dua putra Palestrina pun meninggal pada peristiwa ini. Meski ia juga jatuh sakit serius, namun ia dapat bertahan.
Berduka atas kematian istrinya, ia mengumumkan niatnya menjadi seorang imam. Ia pun sempat menjadi imam namun tak lama karena ia lalu menikah dengan Virginia Dormoli pada tahun 1981.
Pada tahun-tahun setelahnya, Palestrina tetap mempertahankan posisinya di Basilika St Petrus dan terus menulis. Paus Gregorius XIII menugaskan ia dan Annibale Zoilo, untuk mengembangkan nyanyian liturgis tradisional yang dinyanyikan serempak.
Tugas itu ternyata cukup sulit dari hanya sekadar pekerjaan editorial, namun berkat tugas ini, Palestrina membuka jalan bagi aliran musik kreatif. Banyak dari karya yang dibuat pada masa ini lalu diterbitkan selama 12 tahun terakhir dari hidupnya.
Karya yang diterbitkan ini termasuk juga volume komposisi untuk paduan suara yang berdasarkan Kitab Suci yang ia buat.
Musik Palestrina
Musik gubahan Palestrina terkenal karena ia mempertahankan standar yang sangat tinggi, baik dalam karya untuk musik Gereja maupun untuk karya-karya sekuler yang dihasilkannya. Dalam sekitar 105 karya musik yang diperuntukkan bagi Gereja, di sana terlihat banyak gaya yang berbeda.
Jumlah suara yang digunakan pun berkisar dari empat hingga delapan. Harus diingat, kreativitas bermusik Palestrina berkembang justru saat Gereja Protestan mulai berkembang pesat di Eropa.
Pada masa itu, Protestan mengubah liturgi Gereja menjadi komposisi-komposisi yang mudah dinyanyikan. Konsep ini diterima dengan baik di kalangan Gereja Protestan saat itu namun tidak di kalangan Gereja Katolik.
Pada masa ini, Palestrina ditugaskan untuk menulis musik suci khusus untuk Gereja, karya musik itu harus, indah, agung, dan mulia. Untuk tujuan ini, ia pun menciptakan karya-karya yang memiliki nuansa polifonik yang unik. Karyanya terkenal karena banyak garis melodi yang berbeda, tetapi semuanya terdengar harmonis dan indah.
Selain menulis 104 musik Gereja, selama hidupnya Palestrina menghasilkan lebih dari 140 madrigal, ditambah lusinan karya suci lainnya. Ia juga menciptakan beragam himne, nyanyian pujian dan sekitar 300 motets.
Komposisi “Missae Papae Marcelli” menjadi karya Palestrina yang menandai kebangkitan musik Gereja pada zaman Renaissance. Karya inilah yang menjadikannya dikenal sebagai salah seorang pembaru dalam karya musik Gereja.
Dalam Konsili Trente yang diadakan di Bologna, Italia, pada 1545-1563 dihasilkan banyak keputusan tentang ritual dan sikap politik Gereja pada masa itu. “Missa Papae Marcelli” yang ditulis antara tahun 1561 dan 1562, akhirnya berhasil menjadi salah satu model bagaimana musik Gereja akan berkembang sejak saat itu.



