Home BERITA TERKINI Sukacita yang Menyatukan: Dalam Semangat St. Martinus de Porres

Sukacita yang Menyatukan: Dalam Semangat St. Martinus de Porres

0

YOGYAKARTA, Pena Katolik – Sebuah perjumpaan sederhana yang berubah menjadi perayaan rahmat. Persaudaraan Dominikan Awam (PDA) Yogyakarta, Chapter St. Martinus de Porres, berkumpul dalam suasana studi yang hangat dan penuh syukur, 3 Mei 2026. Dalam semangat santo pelindung mereka—St. Martinus de Porres, saudara Dominikan yang dikenal karena kerendahan hati, kasih tanpa batas, dan pelayanan tulus kepada siapapun tanpa membeda-bedakan—kebersamaan hari ini terasa begitu hidup dan nyata.

Hari ini menjadi kaya akan syukur, karena begitu banyak alasan untuk merayakan dalam satu hati. Ulang tahun Ibu Kristinawati ke 67, dirayakan bersama dengan sukacita ulang tahun perkawinan pasangan-pasangan terkasih:Bapak-Ibu Topo–Ipung (48 th),  Bapak-Ibu Joko–Retno (42 th), dan Bapak-Ibu Taryanto–Palupi (41 th). Di saat yang sama, kebahagiaan juga mengalir dari pencapaian Alex, Ketua PDA Yogyakarta, yang menyelesaikan studi S2 Informatika dengan predikat cum laude. Sukacita-sukacita ini tidak berjalan sendiri—semuanya menyatu, saling menguatkan, dan menjadi berkat yang berlipat ganda.

Di tengah tawa, hidangan sederhana, dan canda yang mengalir, tampak jelas bahwa ini bukan sekadar pertemuan biasa. Yang muda dan yang lebih dewasa larut dalam satu suasana: saling menyapa, saling berbagi, saling merayakan. Bahkan sebuah parcel sederhana pun menjadi tanda kegembiraan yang mempersatukan—diperebutkan dengan penuh tawa, tanpa sekat, tanpa jarak. Inilah wajah Gereja yang hidup: hangat, dekat, dan penuh sukacita.

Terselip pula keharuan yang tidak selalu terlihat, namun sangat terasa. Dalam setiap senyum dan pelukan, ada kisah perjuangan—tentang jatuh dan bangkit, tentang doa-doa yang diam-diam dijawab Tuhan. Kebersamaan hari ini menjadi ruang pemulihan: tempat hati dikuatkan kembali, harapan dinyalakan lagi, dan iman diteguhkan. Di tengah dunia yang sering berlari cepat, momen ini mengajak kita berhenti sejenak… dan menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan.

Di sinilah spiritualitas Dominikan menemukan bentuknya yang paling nyata: persaudaraan yang hidup, kasih yang dibagikan, dan sukacita yang dirayakan bersama. Hari ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kesaksian—bahwa Tuhan sungguh hadir, menjaga, dan menuntun setiap langkah.

Dari meja sederhana ini, seakan Tuhan berbisik lembut: teruslah berjalan bersama. Seperti St. Martinus de Porres yang setia melayani dalam diam, persaudaraan ini dipanggil untuk menjadi terang—di keluarga, di lingkungan, dan di tengah Gereja. Sebab ketika kasih dibagikan dengan tulus, sekecil apapun bentuknya, ia akan bertumbuh… dan menjadi berkat bagi banyak orang.

“Lihatlah, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mazmur 133:1)

Hari ini, ayat itu bukan hanya dibaca tetapi sungguh dialami.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version