Home BERITA TERKINI Pengacara Berusia 70 Tahun Resmi Ditahbiskan Menjadi Imam di Palawan

Pengacara Berusia 70 Tahun Resmi Ditahbiskan Menjadi Imam di Palawan

0

PALAWAN, Pena Katolik โ€“ Di saat kebanyakan orang memilih untuk menikmati masa pensiun dengan beristirahat, Pastor Bienvenido Salinas Jr. justru memilih jalur pengabdian yang luar biasa. Mantan pengacara dan pria yang sempat berkeluarga ini resmi memulai hidup barunya sebagai imam bagi Gereja Katolik di wilayah utara Palawan. Ia memulai jalan panggilannya setelah istrinya wafat dan ia menjadi duda.

Pastor Bien ditahbiskan di Katedral St. Joseph the Worker Poblacion, Taytay, Palawan pada 30 April 2026 pada usia 70 tahun. Ia ditahbiskan bersama Pastor Cuong Van Pham. Keduanya ditahbiskan menjadi imam untuk Vikariat Apostolik Taytay oleh Mgr. Broderick Pabillo SDB (Vikaris Apostolik Taytay).

Mgr. Pabillo menyatakan, bahwa latar belakang Pastor Bien sebagai pengacara akan menjadi aset berharga bagi Vikariat Apostolik Taytay. Pastor Bien diproyeksikan untuk memberikan pendampingan hukum amal bagi masyarakat kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan keadilan.

Jalan Panggilan

Lahir di Calbayog City, Samar, pada tahun 1955, perjalanan hidup Pastor Bien, begitu ia akrab disapa, tergolong unik. Ia adalah seorang duda dengan tiga anak. Setelah menjalankan tanggung jawab kebapakannya dan menjalani karier hukum yang panjang, ia memutuskan untuk mengejar impian lamanya yang sempat tertunda: menjadi seorang imam.

Perjalanan studinya dimulai di Seminaris San Jose, Loyola School of Theology, sekolah yang sama tempat Kardinal Luis Antonio Tagle pernah belajar. Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Seminari Our Lady of the Angels. Perjalanan ini kini berbuah manis pada pelayanan sakral bagi umat.

Impian Pastor Bien telah mencapai puncaknya melalui penahbisan ke dalam Ordo Suci Imamat bersama rekannya, Pastor Pham.

Sebelum ditahbiskan imam, Pastor Bien menerima tahbisan diakon diakon pada 16 Januari 2026 lalu di Katedral Santo Yosef Pekerja oleh Mgr. Broderick Pabillo SDB (Vikaris Apostolik Taytay).

Kesaksian Hidup

Di usia 70 tahun, keputusannya untuk melayani dipandang sebagai bukti nyata bahwa panggilan Tuhan tidak mengenal batas usia.

โ€œPada usia 70 tahun, seseorang diharapkan pensiun dan beristirahat. Namun, ia justru menyerahkan hidupnya untuk pelayanan,โ€ ujar Uskup Pabillo.

Dalam suasana penuh syukur, Fr. Bien menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gereja yang tidak menjadikan faktor usia sebagai penghalang untuk melayani.

Semoga Tuhan memberkati pelayanan mereka secara melimpah saat mereka melayani umat dengan kerendahan hati, kasih, dan pengabdian. Semoga kehidupan mereka menjadi saksi yang bersinar akan kehadiran Kristus di tengah dunia, membawa keadilan hukum sekaligus kedamaian spiritual bagi sesama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version