Home BERITA TERKINI Untuk Pertama Kali dalam Sejarah, Jumlah Kardinal Elektor Lebih Sedikit dibanding Kardinal...

Untuk Pertama Kali dalam Sejarah, Jumlah Kardinal Elektor Lebih Sedikit dibanding Kardinal Non-Elektor

0

VATIKAN, Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah kardinal non-elektor, yakni kardinal yang masih hidup dan berusia di atas 80 tahun melampaui jumlah kardinal elektor. Fakta ini menandai sebuah titik penting dalam dinamika kepemimpinan Gereja Katolik.

Saat berita ini diterbitkan pada 9 Januari 2026, ada sebanyak 245 dari jumlah ini, 123 kardinal berusia di atas 80 tahun. Sementara itu, sebanyak 122 kardinal berusia di bawah 80. Meski begitu, jumlah kardinal elektor masih terjaga di atas 120 kardinal elektor.

St. Paulus VI semasa hidupnya menetapkan jumlah kardinal elektoral sebanyak 120, meskipun jumlah ini bukan angka mutlak yang menentukan sah atau tidaknya sebuah konklaf. Namun, semua Paus setelah St. Paulus VI konsisten menjaga jumlah ini, bahkan melebihi.

Situasi ini terjadi per awal tahun 2026 ini, saat Kardinal John Njue, Uskup Agung Emeritus Nairobi berusia 80 tahun pada tanggal 1 Januari 2026. Dengan demikian, ia kehilangan hak suara dalam konklaf. Dengan Kardinal Njue berusia 80 tahun, maka total kardinal non-elektor saat ini berjumlah melebihi jumlah kardinal elektor.

Jumlah kardinal elektor ini akan terus berkurang sebab sejauh ini Paus Leo XIV masih belum mengumumkan rencana konsistori pemilihan kardinal baru. Pada 30 Januari ini, Kardinal Christophe Louis Yves Georges Cardinal Pierre dari Amerika Serikat juga akan memasuki usia 80 tahun. Tahun ini setidaknya akan ada lima kardinal lagi yang akan memasuki usia 80 tahun. Selain Kardinal Christophe empat kardinal lain yang akan berusia 80 tahun adalah Kardinal Fernando Cardinal Filoni; Kardinal Juan José Cardinal Omella Omella; Kardinal Francesco Cardinal Montenegro; dan Kardinal Michael Felix Cardinal Czerny, S.J. Apabila sampai akhir tahun, Paus Leo XIV belum memilih kardinal baru, maka ada kemungkinan jumlah kardinal dapat berpotensi berjumlah di bawah 120.

Jumlah kardinal baru tidak bertambah selama tahun 2025. Terakhir, Paus Fransiskus mengangkat kardinal baru pada konsistori 26 December 2024, beberapa bulan sebelum kepergiannya. Setelah terpilih, Paus Leo XIV belum pernah mengangkat kardinal baru, meskipun ia sudah dua kali mengadakan konsistori.

Seperti diketahui, seorang Kardinal yang telah mencapai usia 80 tahun kehilangan hak suara dalam Konklaf, yaitu pertemuan tertutup para Kardinal untuk memilih Paus baru. Dengan bertambahnya jumlah Kardinal lanjut usia, keseimbangan antara mereka yang memiliki hak suara dan yang tidak, mengalami perubahan signifikan.

Peristiwa ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari perjalanan panjang para Kardinal yang telah mengabdikan hidupnya bagi Gereja. Mereka tetap menjadi sosok berpengaruh, meski tidak lagi terlibat langsung dalam pemilihan Paus. Kehadiran mereka membawa kekayaan pengalaman, kebijaksanaan, dan teladan iman yang tetap relevan bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Exit mobile version