Home BERITA TERKINI Paus Leo XIV kepada Para Kardinal: “Kita Berkumpul Bukan untuk Agenda Pribadi...

Paus Leo XIV kepada Para Kardinal: “Kita Berkumpul Bukan untuk Agenda Pribadi atau Kelompok”

0

VATIKAN, Pena Katolik – Paus Leo XIV menyerukan kepada para kardinal untuk menjadikan konsistori luar biasa sebagai waktu pembedaan rohani dalam persatuan, bukan sebagai ajang memperjuangkan kepentingan pribadi atau kelompok. Dalam homili Misa yang ia pimpin di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 8 Januari 2026. Paus menegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk menempatkan rencana dan inspirasinya di bawah terang kehendak Allah.

“Kita berkumpul bukan untuk memajukan agenda pribadi atau kelompok, melainkan untuk mempercayakan rencana kita pada pembedaan yang melampaui diri kita — ‘sebagaimana langit lebih tinggi daripada bumi’ — dan yang hanya datang dari Tuhan,” ujar Paus.

Pembedaan di Altar Ekaristi

Paus Leo XIV mengajak para kardinal untuk menjadikan Ekaristi sebagai tempat di mana pembedaan rohani dimurnikan dan diubah. Ia meminta agar segala harapan dan gagasan diletakkan di atas altar, sehingga Gereja sungguh mampu mendengarkan suara Allah dan menerimanya melalui karunia yang diberikan satu sama lain.

Mengaitkan visi ini dengan spiritualitas komuni, Paus mengingatkan bahwa kasih Kristiani bersifat Trinitaris dan relasional. Ia mengutip Santo Yohanes Paulus II yang mendefinisikan komuni sebagai “kontemplasi hati atas misteri Tritunggal yang berdiam dalam diri kita.”

Konsistori luar biasa ini — berbeda dengan konsistori biasa yang lebih terbatas dan sering diadakan — digelar segera setelah Yubileum Harapan, dengan tujuan memberi dukungan dan nasihat kepada Paus dalam tanggung jawab berat memimpin Gereja.

Sepanjang sejarah, Santo Yohanes Paulus II mengadakan enam konsistori luar biasa dalam 26 tahun masa pontifikatnya. Paus Benediktus XVI memilih pertemuan konsultatif menjelang konsistori biasa, sebanyak tiga kali. Sementara Paus Fransiskus hanya sekali mengadakan konsistori luar biasa, pada 20 Februari 2014, yang berfokus pada keluarga dan perkawinan. Berbeda dari pendahulunya, Paus Leo XIV kini mengundang seluruh Kolegium Kardinal untuk membantu mengarahkan Gereja universal.

Konsistori Luar Biasa di Vatikan Januari 2025. Vatican News

Evangelisasi dan Sinodalitas

Dalam pertemuan dua hari ini, para kardinal diharapkan memberi pandangan tentang dua tema utama: sinode dan sinodalitas, serta misi evangelisasi dalam terang seruan apostolik Evangelii Gaudium dari Paus Fransiskus. Topik lain seperti liturgi dan konstitusi apostolik Praedicate Evangelium semula direncanakan, namun keterbatasan waktu membuat fokus pertemuan dipersempit.

“Kita Berhenti Sejenak untuk Mendengarkan Tuhan”

Paus menjelaskan makna kata consistorium dalam bahasa Latin yang berarti “berhenti sejenak.

“Kita semua telah berhenti sejenak untuk berada di sini. Kita menunda kegiatan, bahkan membatalkan komitmen penting, agar bersama-sama membedakan apa yang Tuhan kehendaki demi kebaikan umat-Nya,” tegasnya.

Paus Leo XIV menekankan bahwa konsistori adalah kumpulan para ahli dan komunitas iman. Hanya bila setiap karunia dipersembahkan kepada Tuhan, maka akan menghasilkan buah terbesar sesuai penyelenggaraan-Nya. Paus juga mengingatkan kata-kata Santo Leo Agung: “Dengan cara ini, orang lapar diberi makan, yang telanjang diberi pakaian, yang sakit dikunjungi, dan tidak seorang pun mencari kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan orang lain.”

Menanggapi ketidakadilan global dan “kelaparan akan kebaikan dan damai,” Paus mengakui adanya rasa tidak memadai dalam menghadapi misi Gereja. Namun ia mendorong para kardinal untuk menghadapinya bersama, dengan percaya pada penyelenggaraan ilahi.

“Kita akan mampu saling menolong — dan khususnya menolong Paus — untuk menemukan ‘lima roti dan dua ikan’ yang selalu disediakan oleh penyelenggaraan Tuhan,” ujarnya.

Ucapan Syukur dan Ajakan Kolaborasi

Paus Leo XIV menutup homili dengan ucapan terima kasih tulus atas pelayanan para kardinal. Ia mengingatkan bahwa meski solusi tidak selalu segera ditemukan, kolaborasi tetap menjadi kunci.

“Saudara-saudara terkasih, apa yang kalian persembahkan kepada Gereja melalui pelayanan di setiap tingkatan adalah sesuatu yang mendalam dan sangat pribadi, unik bagi masing-masing, dan berharga bagi semua,” katanya.

Menurut laporan Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, dari 245 kardinal yang ada saat ini, 170 hadir di Roma mengikuti pertemuan tertutup yang berakhir Kamis.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Exit mobile version