Home BERITA TERKINI Uskup India Lepas dari Upaya Penangkapan dalam Kasus Anti-Murtat

Uskup India Lepas dari Upaya Penangkapan dalam Kasus Anti-Murtat

0
Uskup Jabalpur, Mgr Gerald Almeida IST

JABALPUR, Pena Katolik – Uskup Jabalpur, Mgr. Gerald Almeida dan seorang biarawati Katolik di negara bagian India tengah luput dari upaya untuk penangkapan dan menahan mereka. Upaya penangkapan ini setelah pengadilan tinggi India menolak mencabut jaminan dari tuduhan untuk keduanya. Mereka dituduh mengubah anak-anak miskin di rumah penampungan yang mereka dikelola di keuskupan.

Mahkamah Agung pada 14 Agustus 2023 menolak untuk mencabut perintah Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh. Pengadilan sebelumnya memberikan jaminan kepada Mgr. Almeida dan Suster Liji Joseph dari Kongregasi Bunda Karmel pada 22 Juni 2023.

“Perintah Mahkamah Agung sekali lagi membuktikan bahwa kami bisa mendapatkan keadilan,” kata Pastor Thankachan Jose, seorang imam diosesan yang memantau kasus yang ini.

Pemerintah Madhya Pradesh, yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata yang pro-Hindu, dan Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak (NCPCR) berusaha agar uskup dan suster itu ditahan setelah mereka dituduh melanggar undang-undang anti-konversi (perpindahan agama) dengan ancaman hukumannya sampai 10 tahun.

Dalam pengaduan tanggal 30 Mei, Priyank Kanoongo, ketua NPCR, menuduh uskup dan suster itu berusaha untuk mempertobatkan anak-anak miskin di panti asuhan yang dikelola Gereja. Kanoongo melontarkan tuduhan tersebut setelah serangan mendadak di Institut Perawatan Anak Asha Kiran (Ray of Hope) di bawah Keuskupan Jabalpur pada 29 Mei.

Panti asuhan merawat anak-anak miskin yang ditemukan berkeliaran di stasiun kereta api dan menampung 47 anak pada saat penggerebekan. Namun, Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh mempertanyakan mengapa Kanoongo mendaftarkan kasus tersebut. Di bawah Undang-Undang Kebebasan Beragama Madhya Pradesh tahun 2021, pengaduan terhadap upaya pindah agama harus diajukan oleh orang yang pindah agama atau anggota keluarga.

Sehubungan dengan hal ini, pengadilan memberikan jaminan antisipatif kepada prelatus dan biarawati itu, sebuah ketentuan hukum di India memungkinkan seorang terdakwa untuk mengajukan jaminan sebelum ditangkap. Namun, pemerintah negara bagian ini mengajukan banding atas langkah ini, pada 14 Agustus 2023. Putusan MA mempertanyakan keabsahan gugatan awal ini.

Pemerintah negara bagian ini kemudian menuduh Mgr. Almeida dan Suster Joseph memberikan pendidikan agama di panti asuhan dalam upaya untuk menahan mereka. Namun, mahkamah agung mengatakan bahwa “pemerintah negara bagian masih dapat mengajukan gugatan independen”, sehubungan dengan tuduhan tersebut. Pastor Jose mengatakan dua tuduhan tambahan itu juga dibuat-buat.

  “Tuduhan kekejaman dan memberikan pendidikan agama sama sekali tidak benar seperti dugaan kasus perpindahan agama,” kata Pastor Jose.

Pengadilan Tinggi mencegah polisi mengambil tindakan paksa terhadap prelatus itu. Para pemimpin Gereja telah menuduh panel hak anak federal dan negara bagian melakukan perburuan untuk mendiskreditkan sekolah, asrama, dan panti asuhan Kristen dengan mendaftarkan kasus palsu di bawah undang-undang anti-konversi.

Orang Kristen hanya berjumlah 0,29 persen dari lebih dari 72 juta populasi di Madhya Pradesh dan lebih dari 80 persen dari mereka beragama Hindu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Live RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifLive RTPPola GacorMahjongMahjong WaysPola Hari IniMahjong Wins 3Slot GacorPola AkuratBaccaratPola AlternatifKolaborasi AI dan Data RTP PG Soft Dinilai Mendorong Transparansi Baru dalam Ekosistem Gaming DigitalTeknologi Terbaru di Mahjong Ways 2 Mengubah Tempo, Visual, dan Respons Permainan secara MenyeluruhMengupas Data Mahjong Ways dan Ways 3 untuk Menemukan Perbedaan Karakter di Balik Sistem PermainannyaBlack Scatter dengan RTP Stabil Jadi Perhatian, Inilah Cara Membaca Polanya secara Lebih RasionalMengamati Scatter Mahjong Ways 1 dalam 1.000 Putaran, Sejumlah Pola Menarik Mulai TerlihatSweet Bonanza Kembali Populer Berkat Perpaduan Visual dan Animasi IkonikTransformasi Baccarat Digital dari Permainan Klasik Menuju Format yang Lebih ModernMahjong Ways dan Sweet Bonanza Mengisi Tren Gaming Terbaru, Apa Daya TariknyaSweet Bonanza vs Mahjong Ways, Menelusuri Perbedaan Desain dan Kekuatan TemanyaBagaimana Media Sosial Bisa Membuat Sebuah Game Mendadak Ramai DibicarakanKonten Game Berdurasi Pendek Kini Mendominasi Media Sosial, Apa PenyebabnyaKomunitas Gamer Mulai Beralih ke Acara Online yang Lebih Interaktif dan SeruPanduan Menyiapkan Malam Bermain Bersama agar Lebih Seru, Nyaman, dan TeraturLima Kesalahan Umum yang Bisa Mengganggu Keharmonisan Komunitas Game OnlineRekomendasi Format Turnamen Online yang Cocok untuk Komunitas Gamer LokalGates of Olympus dan Rahasia Tempo Putaran, Mengapa Kecepatan serta Ketepatan Waktu Sama PentingnyaMenjelang Hari Kemerdekaan, Mahjong Ways 2 Menghadirkan Nuansa Nusantara yang Lebih SemarakMengenal Teknik Kalibrasi Volatilitas melalui Interval dan Pembacaan Data Visual yang Lebih PresisiIstilah Parlay RTP Kerap Disalahpahami, Begini Peran Statistik dalam Membaca Peluang secara ObjektifModel Saintifik untuk Menjaga Konsistensi ketika Sistem Memasuki Titik Transisi yang Sulit Diprediksi
Exit mobile version