Stefano_Valeri | Shutterstock
Stefano_Valeri | Shutterstock

Setiap orang memiliki hari ulang tahun, dan Pentakosta menandai hari lahir resmi Gereja Katolik. Alasan di balik ini adalah bahwa Pentakosta melengkapi misteri Paskah, seperti yang dijelaskan oleh Katekismus Gereja Katolik.

Pada hari Pentakosta, saat tujuh minggu Paskah berakhir, Paskah Kristus digenapi dalam pencurahan Roh Kudus, dimanifestasikan, diberikan, dan dikomunikasikan sebagai pribadi ilahi: dari kepenuhannya, Kristus, Tuhan, mencurahkan Roh dalam kelimpahan.

Pada hari itu, Tritunggal Mahakudus dimanifestasikan secara penuh. Sejak hari itu, Kerajaan yang diumumkan oleh Kristus terbuka bagi mereka yang percaya kepada-Nya: dalam kehinaan daging dan dalam iman, mereka sudah ambil bagian dalam persekutuan Tritunggal Mahakudus. Dengan kedatangan-Nya, yang tidak pernah henti, Roh Kudus menyebabkan dunia memasuki hari-hari terakhir, waktu Gereja, Kerajaan yang sudah diwarisi meskipun belum disempurnakan.
KGK 731-732

Pentakosta adalah hari ketika sakramen-sakramen Gereja diresmikan, khususnya Sakramen Permandian.

Karena Roh Kudus adalah urapan Kristus, Kristuslah yang, sebagai kepala Tubuh, mencurahkan Roh Kudus di antara anggota-anggota-Nya untuk memelihara, menyembuhkan, dan menata mereka dalam fungsi timbal balik, untuk memberi mereka kehidupan, mengutus mereka untuk bersaksi, dan mempersatukan mereka dengan persembahan diri-Nya kepada Bapa dan perantaraan-Nya bagi seluruh dunia. Melalui sakramen-sakramen Gereja, Kristus mengkomunikasikan Roh-Nya yang Kudus dan menyucikan kepada anggota-anggota Tubuh-Nya.
KGK 739

Gereja sekarang bisa memenuhi misinya, dengan bantuan dan pertolongan Roh Kudus.  Santo Petrus tidak membuang-buang waktu pada hari ulang tahun Gereja ini dan melanjutkan membaptis 3.000 orang! Pentakosta adalah hari yang indah dalam kalender Gereja, hari yang dirayakan banyak keluarga dengan kue ulang tahun. Selamat Ulang Tahun, Gereja! (PEN@ Katolik/paul c pati/Philip Kosloski/Aleteia)

Tinggalkan Pesan