Paus dalam Regina Coeli 23 Mei
Paus dalam Regina Coeli 23 Mei

Pada hari Minggu Pentakosta, Paus Fransiskus mengajak umat beriman untuk membuka hati mereka kepada Roh Kudus dan pergi ke dunia dengan keberanian, harapan dan iman untuk bersaksi tentang kasih Yesus Kristus yang Bangkit.

Berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk doa Regina Coeli, 23 Mei, Paus merenungkan buku Kisah Para Rasul yang menceritakan apa yang terjadi di Yerusalem 50 hari setelah Paskah Yesus.

Paus ingat bahwa para murid berkumpul di Ruang Atas, dan Perawan Maria bersama mereka. Mereka telah diberitahu oleh Tuhan Yang Bangkit untuk tetap tinggal di dalam kota sampai mereka menerima karunia Roh dari tempat tinggi.”

Ini, kata Paus, “terungkap dengan ‘suara’ yang tiba-tiba mereka dengar datang dari surga, seperti ‘hembusan angin kencang’ yang memenuhi rumah tempat mereka berada.” Ini, jelas Paus, menggambarkan pengalaman nyata tetapi juga simbolis, dan “mengungkapkan bahwa Roh Kudus seperti angin yang kuat dan mengalir bebas. Dia tidak bisa dikendalikan, dihentikan, atau diukur; arahnya juga tidak dapat diramalkan.”

Roh Kudus, lanjut Paus, tidak bisa dipahami dalam tuntutan manusiawi kita, dalam metode dan prasangka kita. “Roh berasal dari Allah Bapa dan dari Putra-Nya Yesus Kristus dan menyembur ke atas Gereja, ke atas kita masing-masing, dan memberikan kehidupan pada pikiran dan hati kita. Seperti yang dinyatakan dalam Kredo: dia adalah ‘Tuhan, pemberi kehidupan’.”

Paus selanjutnya menjelaskan, pada hari Pentakosta, murid-murid Yesus masih bingung dan takut, dan tidak memiliki keberanian untuk keluar ke tempat terbuka. “Kita juga, kadang-kadang, lebih memilih tetap berada dalam tembok pelindung lingkungan kita. Tapi Tuhan tahu cara menjangkau kita dan membuka pintu untuk hati kita. Dia mengirimkan kepada kita Roh Kudus yang menyelimuti kita dan mengalahkan semua keraguan kita, meruntuhkan pertahanan kita, membongkar kepastian palsu kita. Roh Kudus menjadikan kita makhluk baru, sama seperti yang Dia lakukan hari itu dengan para Rasul,” kata Paus.

Dan setelah menerima Roh Kudus, lanjut Paus, mereka tidak lagi seperti sebelumnya, “tetapi pergi keluar dan mulai mewartakan bahwa Yesus telah bangkit, Dia adalah Tuhan, dengan cara yang membuat setiap orang memahaminya dalam atau bahasanya sendiri.”

Paus mengatakan, Roh Kudus mengubah hati dan memperluas pandangan para murid serta memungkinkan mereka “untuk mengkomunikasikan kepada semua orang karya-karya Allah yang agung dan tak terbatas, serta melampaui batasan budaya dan agama di mana mereka terbiasa berpikir dan hidup.” Roh Kudus, lanjut Paus, “menempatkan orang berbeda dalam komunikasi, dan mencapai kesatuan serta universalitas Gereja.”

Paus juga mengajak umat beriman untuk membuka hati mereka terhadap karunia Roh, “yang membuat kita merasakan semua keindahan dan kebenaran dari kasih Allah di dalam Kristus yang mati dan Bangkit,”serta  mendorong kita untuk pergi keluar, untuk bersaksi tentang Cinta ini, Cinta yang selalu mendahului kita dengan belas kasihan-Nya.”

“Dunia membutuhkan keberanian, harapan dan iman para murid Kristus. Dunia membutuhkan kita untuk menjadi pengembang, ragi, garam dan cahaya dalam situasi-situasi berbeda dan dalam banyak konteks budaya dan sosial. Dan hanya Roh Kudus yang menciptakan semua ini.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Linda Bordoni/Vatican News)

 

Tinggalkan Pesan