Paus Fransiskus berdoa di makam Santo Dominikus di Bologna, Italia, 1 Oktober 2017
Paus Fransiskus berdoa di makam Santo Dominikus di Bologna, Italia, 1 Oktober 2017

Di saat ini pun, Santo Dominikus bisa “menjadi inspirasi bagi semua orang yang dibaptis, yang dipanggil, sebagai murid-murid misionaris, untuk menjangkau setiap ‘pinggiran’ dunia dengan terang Injil dan kasih Kristus yang berbelas kasih,” kata Paus Fransiskus dalam surat kepada Master Jenderal Ordo Dominikan (Ordo Pewarta, OP) Pastor Gerard Francosco Timoner OP.

Dalam surat tertanggal 24 Mei untuk memperingati 800 tahun wafatnya Santo Dominikus dari Caleruega, pendiri Ordo Pewarta itu, Paus menekankan bahwa Santo Dominikus menerima dengan semangat “pewartaan Injil yang diperbarui dan penuh semangat” serta memberikan “kesaksian meyakinkan atas panggilannya menuju kekudusan” dalam persekutuan Gereja.

Panggilan besar Santo Dominikus, kata Paus, “adalah untuk mewartakan Injil tentang cinta yang penuh belas kasih dari Allah dalam semua kebenarannya yang menyelamatkan dan kekuatan penebusan,” serta menunjukkan “ketidakterpisahan iman dan amal kasih.”

Persatuan kebenaran dan cinta ini bisa dilihat pada contoh-contoh warga Dominikan yang hebat seperti Francisco de Vitoria, Antonio de Montesinos, dan Bartolomé de las Casas, di Amerika, serta Domingo de Salazar, Uskup pertama Manila, di Asia, yang melakukan “upaya-upaya heroik … untuk membela martabat dan hak-hak masyarakat asli.”

Dalam suratnya, Paus Fransiskus berkata, “Pesan Injil tentang martabat manusiawi kita yang tidak dapat dicabut sebagai anak-anak Allah dan anggota-anggota satu keluarga manusia menantang Gereja di zaman sekarang.” Dan Paus serukan kepada para Dominikan untuk berada “di garis depan pewartaan Injil yang diperbarui.”

Paus puji wawasan Dominikus dalam membangun bentuk kepemimpinan “iman dan amal kasih, yang memungkinkan para Dominikan untuk beradaptasi dengan “konteks sejarah yang berubah sambil tetap mempertahankan persekutuan persaudaraan.”

Pemahaman Dominikus tentang pentingnya “membangun seluruh komunitas gerejawi dalam persatuan persaudaraan dan pemuridan misionaris,” kata Paus telah memungkinkan karisma pewartaan Dominikan “melimpah” di berbagai cabang keluarga Dominikan. Paus menunjuk berbagai orang kudus serta beato dan beata Dominikan, termasuk Katarina dari Siena, Fra Angelico, Rosa de Lima, John Macias, Margaret dari Castello, dan banyak martir dari ordo Dominikan; serta “pria dan wanita yang tak terhitung jumlahnya yang, dengan meneladani kesederhanaan dan belas kasih Santo Martin de Porres, membawa sukacita Injil ke pinggiran-pinggiran masyarakat dan dunia kita.”

Paus secara khusus berterima kasih “atas kontribusi luar biasa yang telah mereka berikan pada pewartaan Injil melalui eksplorasi teologis dari misteri-misteri iman.” Dominikus menyadari pentingnya “formasi teologis yang kuat dan mendalam” untuk terlibat dalam dialog dengan dunia “yang siap dalam melayani wahyu Allah di dalam Kristus,” tulis Paus.

Paus Fransiskus juga mengenang kunjungannya ke makam Santo Dominikus. Di sana Paus berdoa untuk “rahmat ketekunan dalam kesetiaan pada karisma pendiri mereka dan tradisi indah yang mereka wariskan” … dan untuk “peningkatan signifikan panggilan imamat dan religius.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Christopher Wells/Vatican News)

Tinggalkan Pesan