Uskup Agung Cebu Mgr Jose Palma memimpin baptisan 100 anak tanggal 11 April 2021, sebagai bagian dari perayaan 500 tahun baptisan pertama di negara itu. FOTO KEUSKUPAN AGUNG CEBU
Uskup Agung Cebu Mgr Jose Palma memimpin baptisan 100 anak tanggal 11 April 2021, sebagai bagian dari perayaan 500 tahun baptisan pertama di negara itu. FOTO KEUSKUPAN AGUNG CEBU

Sementara Filipina berada di peringkat ketiga dunia paling banyak umat Katolik yang dibaptis, negara itu menduduki peringkat teratas dari negara-negara dengan jumlah terbanyak baptisan anak kecil, menurut sebuah laporan berita.

Mengutip Statistik Buku Tahunan Gereja terbaru, Catholic News Service melaporkan, 10 April, negara Asia itu mencatat lebih dari 1,6 juta baptisan anak di bawah usia 7 tahun di akhir tahun 2019. Urutan berikut adalah Meksiko dengan lebih dari 1,48 juta, Brasil dengan lebih dari 1,05 juta, 595.286 di AS, dan Kolombia dengan 442.396.

Buku tahunan itu memberikan statistik terpisah untuk baptisan orang berusia di atas tujuh tahun. Secara keseluruhan, Filipina tetap berada di lima negara teratas dengan paling banyak umat Katolik yang dibaptis. Angka-angka itu menunjukkan Brasil memiliki 177 juta umat Katolik yang dibaptis tahun 2019, Meksiko memiliki 115,5 juta, Filipina memiliki 89 juta, AS memiliki hampir 74 juta, dan Italia memiliki 57,8 juta.

Annuario Pontificio, yang dirilis bulan Maret, berisi angka-angka yang berlaku per 31 Desember 2019 tentang setiap kantor Vatikan, juga setiap keuskupan dan ordo religius di dunia. Di seluruh dunia, jumlah umat Katolik meningkat 16 juta dalam setahun menjadi 1,34 miliar, bertahan stabil di sekitar 17,7% dari populasi global. Pertumbuhan juga tersebar di seluruh benua kecuali Eropa.

Tahun 2019, 48,1% umat Katolik dunia tinggal di Amerika, diikuti oleh Eropa dengan 21,2%, Afrika dengan 18,7%, sekitar 11% di Asia dan 0,8% di Oseania.

Filipina hari ini memperingati ulang tahun ke-500 baptisan Kristen pertama di Filipina. Tanggal 14 April 1521, kepala suku Cebu Datu Humabon, dan 800 pengikutnya dibaptis menjadi Katolik oleh Pastor Pedro de Valderrama. Pembaptisan itu dilakukan seminggu setelah kedatangan ekspedisi Spanyol yang dipimpin oleh penjelajah Portugis Ferdinand Magellan di pulau Cebu.

Untuk mengenang peristiwa itu, Magellan memberilan kepada Ratu Juana gambar bayi Yesus sebagai hadiah sementara salib besar didirikan untuk menandai tempat pembaptisan itu.(PEN@ Katolik/paul c pati/CBCP News)

 

 

 

Tinggalkan Pesan